Sejumlah negara Eropa dan para anggota parlemen internasional mengecam keras perlakuan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan yang ditahan setelah kapal bantuan Global Sumud Flotilla dicegat pasukan Israel di perairan internasional menuju Jalur Gaza. Kecaman memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis dalam kondisi tangan terikat dan dipaksa berlutut.
Pemerintah Prancis menjadi salah satu negara pertama yang mengambil langkah diplomatik dengan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan “kemarahan dan kecaman” atas insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima” serta mendesak pembebasan warga negara Prancis yang ditahan sesegera mungkin.
Barrot menegaskan bahwa meskipun Paris sebelumnya telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap misi flotilla tersebut, para warga negara Prancis tetap harus diperlakukan dengan hormat sesuai prinsip-prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional.
Kecaman serupa datang dari Spanyol. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan “mengerikan”, “tidak manusiawi”, dan “memalukan”. Pemerintah Spanyol bahkan memanggil kuasa usaha Israel dan menuntut permintaan maaf resmi dari Tel Aviv.
Pemerintah Italia juga menyatakan kemarahan atas video yang beredar luas di media sosial. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, bersama Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menilai perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga negara Italia, sebagai tindakan yang melanggar martabat manusia. Roma menyatakan sedang melakukan langkah diplomatik tingkat tinggi untuk memastikan pembebasan warganya.
Dari Inggris, Menteri Luar Negeri Yvette Cooper mengaku “sangat terkejut” dengan rekaman tersebut. Ia menilai tindakan itu melanggar standar dasar penghormatan terhadap martabat manusia dan meminta penjelasan resmi dari otoritas Israel.
Belgia turut memanggil duta besar Israel setelah Menteri Luar Negeri Maxime Prevot menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai sesuatu yang “sangat mengganggu” dan “tidak dapat diterima”. Ia mengecam tindakan mempermalukan tahanan di media sosial oleh pejabat pemerintah Israel.
Kecaman juga datang dari Belanda, Irlandia, Slovenia, Yunani, Polandia, dan Portugal. Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menyebut insiden tersebut sebagai “perilaku mengejutkan” dan menilai tindakan Israel merupakan pelanggaran hukum internasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Yunani menegaskan bahwa tindakan Ben-Gvir “tidak dapat diterima dan sepenuhnya patut dikecam”, seraya menuntut pembebasan segera warga negara Yunani yang ditahan.
Global Sumud Flotilla sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh 50 kapal dalam konvoi bantuan mereka telah disita oleh Israel. Konvoi tersebut membawa 428 orang dari 44 negara dan berangkat dari Marmaris, Turki, dengan tujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Selain pemerintah negara-negara Eropa, sejumlah anggota parlemen dan tokoh politik internasional juga menyerukan sanksi terhadap Israel. Wakil Presiden fraksi The Left di Parlemen Eropa, Kostas Arvanitis, mengecam tindakan Israel sebagai “pembajakan” dan menuntut pembebasan seluruh tahanan.
Mantan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, menuduh Ben-Gvir mempermalukan para aktivis setelah “penangkapan ilegal” di perairan internasional. Senator Italia Matteo Renzi bahkan menyebut Ben-Gvir sebagai “penjahat politik”.
Di Prancis, anggota Parlemen Eropa Manon Aubry mendesak penerapan sanksi segera terhadap pemerintah Israel. Politikus oposisi Olivier Faure meminta Israel memberikan penjelasan kepada dunia dan mencopot Ben-Gvir dari jabatannya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang “sangat mengkhawatirkan”.
Video yang diunggah Ben-Gvir memicu gelombang kritik internasional karena memperlihatkan para aktivis ditahan dalam posisi berlutut dengan tangan terikat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar prinsip kemanusiaan, tetapi juga memperburuk tekanan internasional terhadap Israel di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza.
Sumber : https://aa.com.tr/en/world/europe-blasts-israel-s-treatment-of-gaza-flotilla-activists/3943709