Moslemtoday.com : Yerusalem — Warga Palestina di Jalur Gaza menghadapi ancaman kematian baik akibat serangan bom maupun kelaparan di tengah blokade ketat Israel. Peringatan keras ini disampaikan Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Rabu (27/8), sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
“Sudah hampir 700 hari, masyarakat terus menjadi korban tewas dan luka-luka seiring operasi militer Israel yang semakin intensif dan meluas,” kata Lazzarini melalui akun resmi di platform media sosial X.
Menurutnya, rumah sakit, sekolah, tempat penampungan, hingga rumah warga terus menjadi sasaran serangan harian. Lazzarini menegaskan bahwa tenaga medis, jurnalis, dan pekerja kemanusiaan juga turut terbunuh dalam skala yang belum pernah terjadi dalam konflik modern.
“Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Tidak ada seorang pun yang aman,” ujarnya dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, (28/8/2025).
Kelaparan Mengancam Nyawa Warga Gaza
Selain gempuran bom, kelaparan kini menghantui warga Gaza akibat tertutupnya seluruh pintu masuk ke wilayah tersebut sejak Maret lalu. Israel hanya mengizinkan sedikit bantuan kemanusiaan masuk, membuat situasi semakin mendekati kelaparan massal.
“Seakan penderitaan ini belum cukup, kelaparan mengancam semua orang di Gaza dengan kematian perlahan atau kematian saat mereka putus asa mencari makanan,” tegas Lazzarini.
Desakan untuk Tindakan Nyata
UNRWA mengecam keras impunitas yang menyelimuti serangan serta kelaparan di Gaza. Lazzarini menekankan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan masif terhadap kehidupan dan identitas rakyat Palestina.
“Rasa marah saja tidak cukup. Saatnya tindakan nyata, keberanian, dan kemauan politik untuk mengakhiri neraka di bumi ini,” tegasnya.
Korban Jiwa dan Proses Hukum Internasional
Sejak Oktober 2023, lebih dari 63.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat kampanye militer Israel yang juga telah menghancurkan infrastruktur vital di Gaza.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di Jalur Gaza.
Sumber : Middle East Monitor | Weblink : https://www.middleeastmonitor.com/20250828-gazans-face-death-by-bombing-starvation-under-israeli-siege-unrwa-chief/