Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Ketum PP Muhammadiyah Harap Perbedaan Awal Puasa dan Lebaran Bukan Polemik


Jakarta, Lensa Islam - PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 11 Maret 2024 dan Idul Fitri pada 10 April 2024. Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir berharap pengumuman penetapan ini tak menjadi polemik di masyarakat.
Haedar menyampaikan itu dalam konferensi pers pembacaan Maklumat Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1445 H pada Sabtu (20/1/2024). Awalnya, ia menegaskan terbitnya maklumat ini lumrah dilakukan setiap tahunnya dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomami oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

"Penegasan ini perlu disampaikan agar tidak lagi jadi menjadi diskusi apalagi polemik kok Muhammadiyah mendahului, karena tidak ada yang kami dahului. Sebaliknya tak ada yang kami tinggalkan," kata Haedar.

Haedar memandang adanya perbedaan hari awal puasa maupun awal lebaran antara pemerintah maupun kelompok di masyarakat merupakan hal yang biasa terjadi. Ia lantas mengimbau masyarakat toleran dalam menyikapi perbedaan itu.

"Maka baik kesamaan dan perbedaan menjadikan harus sudah menjadikan kaum muslim terbiasa toleran, tasamuh," ucapnya.

Di sisi lain, Haedar menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah terbuka terhadap solusi menyeragamkan hari melalui penyusunan kalender global internasional. Meski begitu, ia menyadari untuk membuat kalender tersebut memerlukan waktu panjang.

"Untuk perwujudan satu kalender Islam global itu perlu waktu sehingga memiliki satu kalender global seperti juga kalender miladiyah tidak ada lagi perbedaan dan tidak ada lagi kegiatan membuat kita ikhtilaf, berbeda dalam penentuan," terangnya.

Terahir, ia berpesan agar memaknai ibadah puasa Ramadan serta Idul Fitri untuk memperkaya spiritualitas. Ia meminta agar tak ada saling serang-menyerang karena perbedaan waktu ibadah.

"Jadi kalau berbeda tidak perlu ribut apalagi saling menghujat menyalahkan yang membuat nilai ibadahnya jadi berkurang. Jadi kita jalani semua jadikan ibadah kita memperkaya spiritualitas, memperkaya relasi hubungan sosial yang damai, toleran, bersatu dalam keragaman dan tidak kalah pentingnya membawa umat dan bangsa kita makin berkemajuan," imbuhnya
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Lensaislam.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Copyright © 2023 - Lensaislam.com | All Right Reserved