Tegas! China Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto

181

Lensaislam.com : Pemerintah China secara resmi melarang semua transaksi mata uang kripto dan berjanji akan memblokir penambangan aset digital tersebut. China menyatakan aktivitas bisnis terkait mata uang kripto adalah tindakan ilegal.

“Transaksi terkait Crypto merupakan aktivitas keuangan ilegal, termasuk layanan yang disediakan oleh bursa luar negeri. Cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Tether, bukan mata uang fiat dan tidak dapat diedarkan,” ungkap Bank Sentral China (PBOC), seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu, (26/9/2021).

China mengatakan transaksi mata uang kripto sangat erat dengan penipuan, pencucian uang, dan penggunaan energi yang berlebihan. Pemerintah Chinapun menerbitkan peraturan yang melarang Bank-bank di China membuka layanan terkait mata uang kripto.

China sendiri diketahui adalah salah satu pangsa pasar mata uang kripto terbesar di dunia, seperti Bitcoin. Akibat pengumuman tersebut, harga Bitcoin merosot tajam sebanyak 8% menjadi sekitar $41.000 pada Minggu pagi, (26/9/2021) atau setara Rp. 590.000.000/1 BTC. Sebelumnya Bitcoin diperdagangkan di angka 650 juta.

Sementara itu, para pakar mengungkapkan sentimen negatif atas keputusan China tersebut. “Larangan China pada semua aktivitas perdagangan cryptocurrency akan memiliki beberapa dampak jangka pendek pada nilai mata uang kripto, tetapi implikasi jangka panjang kemungkinan akan segera diredam,” kata Ganesh Viswanath Natraj, asisten profesor keuangan di Warwick Business School.

Sedangkan Direktur untuk Asia Pasifik mata uang kripto Luno di Singapura, Vijay Ayyar menilai Pemerintah China memang ketakutan dengan mata uang kripto. “Regulator China selalu ekstrem dalam pandangan mereka terhadap Cryptocurrency dan komentar ini bukanlah hal baru,” ungkap Vijay Ayyar.

“Bagian yang menarik juga adalah mengapa mereka terus membuat pernyataan ini.  Mungkin karena mereka merasakan aktivitas yang terus berlanjut di China dan karenanya harus melakukan overdrive,” tambah Vijay.

Sumber : Bloomberg.com | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY