Solusi Pendidikan Dikala Pandemi dengan Homeschooling

151

Jakarta – Pengguna layanan edukasi teknologi (edutech) kian bertambah seiring dengan penerapan belajar di rumah untuk mencegah penyebaran virus ditengah pandemi Covid-19 di tanah air saat ini. Salah satu perusahaan rintisan yang menyediakan layanan tersebut adalah MyEdu Indonesia dengan badan hukum PT. Cerdaskan Anak Bangsa. Perusahaan tersebut lewat situs resminya mengklaim sebagai Pendidikan Formal pertama yang didirikan dengan style Startup.

Menurut Head of Education MyEdu Indonesia Pahrizan, M.Pd., hadirnya MyEu tak terlepas dari keberadaan metode belajar sekolah online yang diberlakukan pemerintah sejak awal pandemi, kebiasaan belajar siswa sudah terbentuk dengan gaya belajar yang merdeka dan lebih mengutamakan aktifitas keterampilan.

MyEdu yang diluncurkan pada 17 Agustus 2020 atau ditengah merebaknya pandemi Covid-19, belum genap setahun berdiri, sudah mencatatkan 100 pengguna Homeschooling, Bimbel Juara, dan Institute. “MyEdu Indonesia ingin men-scale up para tenaga pengajar dalam melakukan pembelajaran online dan offline, sehingga kami mempelopori sistem evaluasi secara rutin tenaga pengajar sesuai feedback dari user, yaitu siswa dan orang tua.,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) MyEdu Indonesia, Gorbiyan Khurmaini menambahkan sejak dibuka pendaftaran mulai Agustus 2020 hingga pendaftaran murid baru (PMB) tahun ajaran 2021/2022, MyEdu terus mengalami peningkatan jumlah pendaftar bulanan sebanyak 4 kali lipat. Ia mengatakan bahwa strategi yang dilakukan perusahaan pada awal tahun ajaran ini untuk menjaring lebih banyak pengguna, menambah mitra lembaga pendidikan dan meningkatkan fitur-fitur di aplikasi. “Kami di MyEdu juga membuka peluang terbuka untuk bermitra saling bekerjasama dalam mencerdaskan anak bangsa, baik pribadi maupun institusi yang concern dengan pendidikan di Indonesia saat ini”, tegasnya.

Menurut pantauan kami dari website myedu.id dan sosial media resminya, dalam hal konten marketing, perusahaan edutech ini sangat kreatif, kekinian, dan dapat menarik user-user anak usia sekolah. Sehingga pilihan menentukan lembaga pendidikan bisa lebih banyak dan luas. Selain itu, ada banyak tambahan belajar extrakurikuler menarik diantaranya tahfizh Qur’an, desain grafis, english club, programming IT dan banyak lagi lainnya.

Untuk MyEdu sendiri sudah memiliki persebaran user di semua kota besar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Di wilayah Indonesia Timur, user MyEdu sudah ada di Makassar, Jayapura dan kota-kota di Indonesia Timur lainnya. Sehingga program pemerintah untuk terciptanya percepatan pemerataan pendidikan antara Indonesia Timur dengan daerah Indonesia lain cepat tercapai.

Dalam tempo belum setahun persebaran user start-up edutech ini termasuk sangat cepat. Semua itu efek dari sekolah di rumah selama pandemi Covid-19. Selain itu, perkembangan EduTech juga dibantu oleh adanya program subsidi kuota internet gratis oleh Kemendikbudristek kepada para pelajar dan mahasiswa. (KRM/REP)

comments

LEAVE A REPLY