Program Percontohan Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama

660

Lensa Islam : Program Percontohan di Desa Sioyong Kecamatan.Sidampelan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang diresmikan Wamenag hari ini juga meluncurkan Program Kampung Zakat. Menurut Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Program Percontohan Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam Kemenag ini adalah sebagai bentuk pengejawantahan kehadiran Negara terhadap permasalahan bidang agama.

Inovasi Ditjen Bimas Islam Kemenag melalui Program Percontohan Daerah Binaan yang sudah dilakukan sejak Tahun 2018 merupakan Kolaborasi 4 (empat) Direktorat yang ada yaitu: Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Zakat dan Wakaf, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah serta Kesekretariatan.

“Harapannya adalah dampak program menjadi lebih luas dan manfaatnya semakin dirasakan,” kata Zainut Tauhid, Selasa (17/12).

“Ini adalah cermin dan bukti pengamalan dari nilai Islam. Intinya, Islam itu adalah ajaran yang mengajak seluruh umatnya untuk memiliki tidak hanya kesadaran, tapi juga kemauan dan kemampuan untuk memberi kepada sesama,” sambungnya.

Peluncuran Program “Kampung Zakat” bertujuan untuk membangun masyarakat yang mandiri dan kuat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah baik secara ekonomi, pendidikan, pembinaan keagamaan (dakwah), kesehatan, dan sosial kemanusiaan. Program ini didesain selama kurun waktu tiga tahun, yaitu: fase perintisan, pelaksanaan, dan selanjutnya adalah kemandirian.

Dalam kesempatan tersebut Wamenag juga menyerahkan bantuan sembako, Program Wakaf Produktif., bantuan renovasi masjid dan mushalla, pemberdayaan Penyuluh Agama Islam dalam menjalankan fungsi bimbingan agama dan keagamaan terhadap masyarakat, pemberian bantuan terhadap Ormas Islam dan Majelis Taklim, program pembinaan terhadap imam masjid dan remaja masjid, temu konsultasi paham keagamaan, pemberian bantuan Al-Qur’an, juz amma, buku keagamaan dan perlengkapan alat salat.

“Alasan kenapa Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam menghadirkan Program Percontohan Daerah Binaan adalah untuk memperkuat penerimaan terhadap keragaman atau kemajemukan sekaligus mempromosikan pengarusatamaan moderasi beragama yang sudah terus dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun,” ujar Wamenag.

Zainut menambahkan program ini juga bertujuan melestarikan pandangan dan tradisi keagamaan yang ramah dengan budaya lokal, meningkatkan kualitas bimbingan, layanan keagamaan, dan pemberdayaan potensi ekonomi umat Islam Indonesia. “Proper merupakan bukti bahwa negara hadir dalam mengentaskan kemiskinan sekaligus menjaga dan memelihara esensi ajaran Islam yang hakikatnya peduli pada sesama. Proper adalah bentuk penegasan Kementerian Agama yang semakin dekat dengan umat,” tutup Wamenag. (kemenag.co.id)

comments

LEAVE A REPLY