Pesan Ulama di Akhir Acara Seminar Penanggulangan Radikalisme Semoga Indonesia Menjadi Negeri Yang Aman Damai dan Pemerintahnya Dapat Membendung Faham Yang Merusak

721

Lensa Islam : Acara Seminar Internasional Penanggulangan Radikalisme yang diadakan oleh STDI Imam Syafi’i Jember telah berakhir dilaksanakan. Acara penutupan seminarnya sendiri dilakukan pada hari Sabtu (21/9/2019) semalam.

Namun ada pesan khusus terkait kegiatan acara seminar tersebut yang disampaikan oleh 2 orang narasumber kegiatan itu. Yang menyampaikan nasihat dan pesan kepada Indonesia itu adalah 2 orang ulama dari Uni Emirat Arab (UEA) dan dari Universitas Besar Jordania.

“Semoga seminar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan benar benar dapat diperhatikan oleh para pihak pihak yang terkait khususnya pemerintah dalam membendung faham radikalisme yg merusak dan itu dilakukan oleh orang orang yg berafiliasi ke Islam,” tutur Prof Dr Ziyad Al Abady dari Fak Syariah Universitas Besar Jordania.

Masih menurut beliau walau di Indonesia mayoritasnya adalah para penduduk muslim. Namun masih berpeluang adanya tindakan penyusupan faham faham kekerasan dan radikalisme yang bisa memicu pertumpahan darah dan terjadinya pembunuhan karena pemahaman radikalisme yang ada.

Sedangkan pesan dan nasihat yang disampaikan kepada Indonesia oleh Prof Dr Abdus Sami’ bin Anis dari Universitas Syariqoh UEA adalah tentang Sejarah awal masuknya Islam ke Indonesia. Dengan cara kedamaian dan tanpa adanya kekerasan.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Islam masuk ke Indonesia dengan damai dan tanpa peperangan dan tanpa pertumpahan darah. Sesuai dengan misi Islam hadir di muka bumi. Menjadi Rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Al-Alamin)

“Terlaksananya acara seminar ini juga akan menguatkan kesan dan pesan bahwa Indonesia adalah negara yang damai dan penuh kehangatan. Karena Islam adalah agama yang damai dan tidak suka pertumpahan darah. Untuk itu kita harus senantiasa menjaga negara ini dengan penuh kedamaian,” katanya.

Beliau juga berpesan kalau negeri Indonesia ini berpotensi untuk melahirkan para ulama dan penuntut ilmu tingkat dunia. Seperti halnya guru beliau dulu menuntut ilmu. Yakni Syeikh Yasin Al Padangi yang berasal dari Minangkabau (Padang) Sumatera Barat.

comments

LEAVE A REPLY