Lomba BPIP ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ Picu Polemik

253

Lensaislam.com : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan lomba penulisan artikel dengan mengangkat dua tema yakni ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ dan ‘Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’. Lomba ini memicu polemik dari berbagai kalangan.

BPIP menggelar lomba ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo mengatakan pilihan tema tersebut menyesuaikan dengan konteks Hari Santri. BPIP melihat pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi cinta tanah air.

“Sekarang ini dalam rangka bulan santri, maka bulan santri tema-temanya disesuaikan dengan tema-tema Hari Santri. Ini juga kan bikin lomba yang sama untuk hari besar keagamaan. Bersifat universal,” kata Benny saat dihubungi, Jumat (13/8/2021).

Benny menegaskan, tujuan lomba ini untuk pemaknaan nilai-nilai keagamaan dalam memperkuat kebangsaan. “Disesuaikan dengan Hari Santri. Sama juga hormat bendera menurut agama Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, Konghucu,” ujarnya.

Namun, lomba ini justru memicu polemik di tengah masyarakat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik lomba tersebut. Dia menilai tema yang diangkat menunjukkan kegagalan BPIP dalam memahami Islam dan Pancasila.

“Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila,” kata Fadli dalam akun twitter @fadlizon.

“Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Segeralah ganti tema agar tdk memecah belah bangsa,” kata Fadli.

Senada, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengkritik tema penulisan dalam lomba tersebut. Menurut Mardani, tema yang diangkat menjadi materi lomba tersebut aneh dan terkesan tendensius.

Dia menilai, BPIP semestinya mengangkat tema yang lebih menyatukan, bukan memunculkan kontroversi. Mardani pun mendesak agar BPIP melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim atau Santri untuk Indonesia Bebas Korupsi,” kata Mardani.

“Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP semestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total,” kata Mardani menambahkan.

Sumber : CNNIndonesia.com

comments

LEAVE A REPLY