Lockdown Berujung Rusuh, PM Narendra Modi Minta Maaf kepada Warga Miskin India

642

Lensaislam.com : Perdana Menteri Narendra Modi meminta maaf kepada seluruh warga miskin di India karena kurangnya perencanaan sebelum mengambil keputusan lockdown. Lockdown India untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 telah berujung rusuh dan mengakibatkan krisis kelaparan di negara itu.

“Saya minta maaf karena mengambil tindakan keras ini yang telah menyebabkan kesulitan dalam hidup Anda, terutama bagi orang-orang miskin,” kata Modi dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin, (30/3/2020).

“Saya tahu beberapa dari kalian akan marah kepadaku. Tapi tindakan keras ini diperlukan untuk memenangkan pertempuran ini (melawan Covid-19),” tambah Modi.

PM Modi menjelaskan keputusan lockdown selama tiga minggu yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai berlaku pada 25 Maret 2020 hingga 21 hari ke depan untuk menekan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

Sejak lockdown, jutaan rakyat miskin India telah kehilangan banyak pekerjaan, mengakibatkan kelaparan, dan memaksa mereka untuk meninggalkan kota dan berjalan ratusan kilometer ke desa-desa asli mereka.

“Orang miskin pasti akan berpikir seperti apa perdana menteri ini, yang telah menempatkan kita dalam banyak masalah,” kata Modi sambil menekankan rakyatnya untuk memahami kondisi ini bahwa tidak ada pilihan lain.

Berdasarkan data terkini yang dirilis Worldometer, Jumlah kasus konfirmasi positif di India pada Senin, 30 Maret 2020 adalah 1.071 orang, dengan kematian 29 orang dan yang sembuh sebanyak 100 orang.

“Langkah-langkah yang diambil sejauh ini akan memberikan kemenangan bagi India melawan corona,” ungkap Modi. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY