Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Muhammadiyah-NU Menerima Zayed Award, Sekjen MUI : Pekuat Misi Kemanusiaan dan Perdamaian

Jakarta, Lensa Islam - Sesuai tahun kelahiran Muhammadiyah lahir (1912) dan Nahdlatul Ulama lahir (1926) menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia karena kedua organisasi Kemasyarakatan terbesar di Indonesia memasuki abad kedua telah menjadi kebanggaan Indonesia karena menerima Penghargaan Kemanusiaan dari Zayed Award 2024.

Penghargaan tahunan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan dunia internasional atas upaya kedua organisasi atau individu dalam hal memberi contoh aksi kemanusiaan, tapi juga untuk perdamaian dunia. 

Hal itu seperti yang disampaikan Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan usai FGD penanganan Pengungsi Rohingya di MUI (1/2/24).

Upacara penerimaan penghargaan Zayed Award akan diselenggarakan dengan penuh hikmad pada 5 Februari 2024 di Founder's Memorial di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Muhammadiyah dan NU merupakan organisasi terbesar di Indonesia sangat layak menerima penghargaan sebagai bukti kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan ditingkat nasional dan  dunia internasional.

Masih menurut Sekjen MUI, ada banyak alasan mengapa kedua organisasi ini layak menerima pengahargaan; pertama, telah memainkan peran penting dalam memajukan perdamaian dan diplomasi global; 

"Kedua, secara serius melakukan pengembangan masyarakat, dan membina keharmonisan, kerukunan dalam masyarakat," kata buya Amirsyah yang juga tokoh dari Muhammadiyah. 

Untuk itu ia menyampaikan apresiasinya kepada Muhammadiyah dan NU serta kepada dewan juri Zayed Award Human Fraternity.

MUI sebagai wadah berkumpul sejumlah Ormas seperti Muhammadiyah-NU, Perti, dll penting menyuaran nilai-nilai kemanusiaan untuk melakukan aksi kemanusiaan sehingga nama Indonesia semakin dikenal di dunia Internasional.

MUI bersama Ormas akan terus berkomitmen untuk bekerja keras lagi dalam menolong orang lain.

Oleh sebab itu buya Amirsyah terus mendorong agar  institusi lain untuk terus berkiprah dalam kemanusiaan.

Seperti kita ketahui Zayed Award Human Fraternity adalah penghargaan independen skala internasional kepada individu atau organisasi yang berhasil menjadi contoh dalam aksi kemanusiaan dan perdamaian. Ini juga menjadi momentum yang tepat karena bangsa Indonesia akan memasuki Pemilu Damai yang Jujur dan Adil 2024.

Penghargaan ini akan diserahkan berupa hadiah USD 1 juta Amerika Serikat atau senilai dengan 15,6 miliar dari Higher Committee of Human Fraternity.

Siapa sebenarnya Zayed Award? beliau adalah  Profesor Sir Magdi Yacoub (ahli bedah jantung asal Mesir), dan Sister Nelly Leon Correa (pemimpin masyarakat Chili) sebagai penerima penghargaan tersebut.

Penghargaan ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup pada 4 Februari 2019. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Grand Sheikh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab hingga menghasilkan Hari Persaudaraan Dunia pada tanggal 4 Februari.

Buya Amirsyah juga menyampaikan apresiasi kepada tim juri yakni Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi salah satu anggota komite Zayed Award Human Fraternity 2024, Kardinal Gereja Katolik Roma,  Argentina Leonardo Sandri, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan Mayufis, Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional Rabbi Abraham Cooper, Mantan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova dan Imam Besar Al Azhar sekaligus Sekjen Zayed Award Muhammad Abdulsalam.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Lensaislam.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Copyright © 2023 - Lensaislam.com | All Right Reserved