Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Bagaimana Peran Ideologi Muhammadiyah dalam Urusan Agama, Bangsa, dan Negara



Yogyakarta, Lensa Islam – Hadir secara daring, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto memberikan arahan terkait penguatan ideologi Muhammadiyah kepada seluruh kader peserta webinar yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP ‘Aisyiyah (17/10).

Dalam paparannya, Agung mengajak kembali melihat perjalanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang lebih dari 100 tahun, bahwa persyarikatan ini telah menorehkan banyak prestasi, aktivitas, gagasan, dan kontribusi positif dalam membangun bangsa dan negara.

Namun demikian, masih terdapat kelompok yang tidak paham akan ideologi gerakan Muhammadiyah, yang berakibat kesalahpahaman. Menurut Agung Danarto, ketidakpahaman ini akan berakibat fatal dalam implementasi kehidupan sehari-hari lalu berkepanjangan dan merugi di masa yang akan datang.

“Ketidakpahaman ideologi akan mengakibatkan underestimate terhadap apa yang dilakukan dan menjadi konsentrasi dari organisasinya sehingga akan mengakibatkan culture shock dengan apa yang terjadi diluar sana yang dilakukan oleh kelompok lain namun tidak dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Melalui pertemuan daring ini, Agung menyebutkan setidaknya terdapat empat hal dalam ideologi Muhammadiyah yang harus diketahui dan dipahami oleh kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah’ yang meliputi keyakinan, tujuan, strategi, dan ideologi sebagai alat.

Perihal keyakinan yang menjadi pokok dari Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, tentu mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW. Dalam aktivitas keseharian sebagai umat, melaksanakan ajaran nabi yang diharapkan agar mendapat ganjaran pahala. 

Sementara itu, terkait relasi antara agama dan negara, Muhammadiyah sudah memiliki pandangan final yaitu memandang Indonesia sebagai Negara Pancasila Darul Ahdi Wa Syahadah. Pandangan tersebut menggugurkan anggapan  yang menyebut Muhammadiyah menghendaki Indonesia sebagai negara Islam.

Di sisi lain, ideologi Muhammadiyah dalam tauhid didefinisikan dengan menghilangkan segala bentuk kemusyrikan dan tegak lurus hanya kepada Allah SWT. Jika terdapat golongan yang menyimpang dari bertauhid maka akan didakwahi, mengajaknya dengan lemah lembut serta bijaksana dan membawa pesan-pesan damai yang baik bukan dengan jalan kekerasan hingga memusuhinya.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Lensaislam.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Copyright © 2023 - Lensaislam.com | All Right Reserved