Wahai Istri, Aku Ikut Salafy Mulai Kini



 Aku Ikut Salafy Mulai Kini


Senja redup, barat menanti
Pertanda hari sudah berganti
Teringat jalan di tempuh diri
Bingung merundung tiada henti
Mencari apa maunya hati
Membelah kekosongan hati
Damainya Jiwa yang kucari
Kucoba tuk jadi pemerhati
Mumpung pelecehan agama sedang terjadi
Mungkin agama harus ku bela kini
Karna banyak ustadz dan santri yang disakiti


Pemimpin zalim ini ku ingkari
Tak ada peluru makian pun jadi
Dia harus hengkang detik ini
Turun kejalan ku ikut dukung demonstrasi
Pelecehan agama harus disanksi
Dia mesti masuk jeruji
Pemerintah ga becus ga tau diri !
Teriakkan kini satu solusi pasti
2019 Presiden harus diganti !
Atau agama ini habis tiada lagi
Ini demi agama dan negeri
Persatuan ummat harus dijunjung tinggi
Perbedaan paham timbun dihati
Ahh,,, Halal Haram itu tiada arti
Yang penting kita bersatu kini
Melawan Pemimpin Zalim Tiada Henti


,,,
Senja berlalu, Kedamaian tak kunjung singgah di hati.
Kucoba tuk merenungi
Mungkin Ibadah harus kutekuni
Mulai dari memikirkan zat Ilaahi
Hingga ciptaanNya yang terus ku teliti
Bersyukur tiada henti
Mulai mengkaji dan mencari
Ibadah mana yang akan ku pacu berlari
Sebab zikir amalan Surgawi
Kenapa tidak itu dilakukan sedari dini
Ku zikir berzikir tiada henti
Sendiri atau berjamaah memuja Ilaahi
Berbisik hingga berteriak zikir kuresapi
Tak sadar badan jingkrak-jingkrak kekanan kekiri
Lihat dia sampai tak sadar diri
Ada juga yang sampai kerasukan Jinni
Wah, itu sebab khusyuknya semakin menyelami hati
Atau mungkin Maqam ku masih kelas teri
Ku perkuat dan percepat amalan ini
Hu, Hu, Hu, setiap waktu setiap hari
Diiringi seruling syahdu silih berganti


,,,
Senja berlalu, Kedamaian tak kunjung singgah di hati.
Apa yang kurang kini ?
Gelisah, gundah gulana tak kunjung pergi
Apa yang kurang kini ?
Resah, Kelesah tak jua berhenti
Ada yang salah ini, Pasti !
Kumulai melirik para Salafy
Sudah jelas kondisi kacau ini negeri,
mereka sibuk saja terus mengaji.
Tak peduli apa yang sedang terjadi.
Memangnya masalah ini selesai dengan hanya mengaji ?
Ku mesti tanya seorang diantara mereka yang paling tinggi
Seorang berilmu yang kucari
Karna ku tau jika yang lain debat kusir terjadi
Allah mudahkan jalan bagiku kini
Ustadz ini pengisi kajian Surau TV
Satu pertanyaan kulontarkan tanpa basa basi
Dia menjawab dengan penuh pasti
Satu satu persatu pertanyaan ku mulai bertubi
Jawabannya membuat terperanjat diri ini
Ditemani pahitnya minuman khas Lapau Kopi
Tanya jawab silih berganti
Namun setiap pertanyaan dari nya membangkitkan iman dalam hati
Semisal : “Menuduh Rasulullah berbohong apakah engkau berani ?”
Atau : “Tidakkah engkau merindukan syafaat beliau diakhirat nanti ?”
Tentu tertenung diri ini Tiada pilihan selain Al-Quran dan Sunnah dipatuhi
Sebab akhirat jadi taruhan jika diri tidak jeli
Dan 1001 pertanyaan sudah terjawab kini
Diskusi berakhir siring habisnya kopi


,,,
Senja berlalu, kurasakan beda kali ini
Berdesir semilir angin segar dalam hati
Perasaan bercampur aduk bahagia menarinari
Sembari azan maghrib silih berganti
Ku pulang dengan langkah pasti
Seraya kubenahi kepala ini kembali
Ternyata sudah benar apa yang meraka lakukan oleh para salafi
Yang menjadi tanggung jawab utama adalah diri, dan anak istri.
Taat pada Allah dan Rasulullah itu harga mati
Tak mungkin iman bersemi dihati tanpa mengaji
Itu sebab damai saja mereka para salafy
Apapun yang terjadi mereka tetap mengaji.
Sebab bahagia bersemi dihati.
Apa lagi, yang dicari jika bukan ini


,,,
Senja berlalu, kurasakan beda kali ini
Keputusan sudah kudapati
Hati yang kelabu sekarang sudah berwarna merah kembali
Kebaikan ini harus kudakwahkan juga sedari kini
Pertama, Harus ku sampaikan ini pada orang ku cintai.


Wahai Istri, Aku Ikut Salafy Mulai Kini.


Solok, 3 November 2022
Rijal Abu Rijal

Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Lensaislam.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Below Post Ad