Wawancara Ekslusif : Duta Besar Indonesia Berbicara Tentang Eratnya Hubungan Arab Saudi-Indonesia

109

Lensaislam.com : Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abu Jibril mengungkapkan eratnya hubungan Arab Saudi-Indonesia sejak beberapa dekade. Hubungan Arab Saudi-Indonesia merupakan hubungan yang memiliki sejarah panjang, ibarat dua saudara yang tidak dapat terpisahkan.

“Hubungan Saudi-Indonesia terus berkembang, hubungan ini telah kuat selama beberapa dekade,” kata Dubes Agus saat mengadakan wawancara ekslusif dengan Surat Kabar Saudi, Ainul Watan, di Mekkah, Ahad, (11/8/2019).

Bagaimana menurut Anda tentang hubungan Saudi-Indonesia?

Dubes Agus : Hubungan Saudi-Indonesia saya menganggapnya sebagai hubungan jari-jari tangan. Di mana jari-jari tidak akan berfungsi ketika tidak ada tangan, dan tangan tidak akan terlihat cantik jika tidak ada jari-jari. Masing-masing dari mereka merupakan bagian integral. Hubungan historis antara Republik Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin sejak waktu yang lama, karena Arab Saudi adalah tempat lahirnya Islam dan tujuan umat Islam. Sementara Republik Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan jumlah peziarah terbanyak. Arab Saudi juga merupakan di antara negara-negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Persahabatan resmi antara Indonesia dengan Saudi dimulai dengan pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Jeddah pada tahun 1948 dan pembukaan Kedutaan Besar Saudi di Jakarta pada tahun 1955.

Di bidang politik, Presiden Indonesia Joko Widodo telah berkunjung ke Saudi dalam lawatan resmi pada bulan September 2015, di mana Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud memberikan tanda penghormatan piagam Yang Mulia Raja Abdul Aziz di Istana Salam di Jeddah, dan kemudian dibalas dengan kunjungan Khadimul Haramain Raja Salman ke Indonesia pada tanggal 1 Maret 2017. Presiden Jokowi kemudian memberikan tanda penghormatan Piagam Bintang Republik Indonesia di Istana Bogor kepada Raja Salman sebagai salah satu tanda paling menonjol yang dihasilkan dari eratnya hubungan ini.

Di bidang ekonomi, ada lebih dari satu indikasi tingkat hubungan ekonomi yang tinggi setelah penandatanganan 11 nota kesepahaman ketika Raja Salman mengunjungi Indonesia. Kerja sama itu mencakup berbagai bidang, termasuk : perdagangan, pendidikan, kesehatan, budaya, pariwisata, media, ilmu pengetahuan dan teknologi, penerbangan sipil, perikanan, pertahanan, keamanan dan memerangi terorisme. Perusahaan Indonesia dan Saudi juga telah menyelesaikan perjanjian investasi dalam pembangunan perumahan, layanan medis, pembangkit listrik dan sektor pariwisata.

Pada tingkat agama, kedua negara persaudaraan telah membangun hubungan berdasarkan Agama Islam yang moderat (wasathiyah). Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar ilmu syari’ah di Universitas-universitas Saudi dan di LIPIA Jakarta, cabang kampus Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Indonesia, dan ada banyak lembaga pemerintah di kedua negara yang dihubungkan oleh Konvensi untuk urusan Islam.

Apa pendapat Anda tentang peningkatan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini, meningkat sepuluh ribu jamaah dari tahun lalu yang mencapai 231.000?

Kam bersyukur, peningkatan ini telah menyenangkan Pemerintah Republik Indonesia pada umumnya, serta jamaah haji Indonesia pada khususnya. Ini mempersingkat waktu tunggu mereka.

Tahun ini sekitar 231.000 jemaah haji Indonesia datang ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah haji, sementara saudara-saudara mereka dari Indonesia masih banyak yang menunggu giliran untuk berangkat. Beberapa di antara mereka menunggu dari tujuh hingga sepuluh tahun, dan beberapa dari mereka ada yang menunggu dari lima belas hingga dua puluh hingga tiga puluh satu tahun untuk melakukan haji. Namun, mereka bersabar untuk menunggu selama ini. Karena itu, kapan pun ada kabar sukacita datang dari Raja Salman dengan meningkatkan kuota haji bagi Indonesia 10.000 jamaah sama saja seperti memberikan air segar kepada para musafir di padang pasir. Saya berharap tahun depan akan menjadi 250.000 jamaah.

Berdasarkan jumlah yang besar ini, jumlah jamaah haji Indonesia yang melakukan haji setiap tahun adalah jumlah terbesar jamaah haji dibandingkan dengan negara lain. Namun, jamaah haji Indonesia, alhamdulillah berkomitmen pada hukum dan peraturan saat ini di Arab Saudi dan juga mengikuti arahan yang dikeluarkan oleh lembaga haji atau otoritas terkait di Kerajaan.

Inisiatif “Road to Mecca”, Bagaimana Anda melihat ini Yang Mulia yang telah memfasilitasi dan memudahkan para peziarah, khususnya para lansia?

Dubes Agus : Tanpa keraguan. Inisiatif ini telah membawa hasil yang positif dan ceria bagi para peziarah Indonesia, mereka bisa mengurus prosedur paspor mereka di bandara Jakarta dan tidak menghabiskan waktu mereka di bandara Jeddah atau Madinah. Ini telah memfasilitasi dan memudahkan semua jamaah, terutama orang tua, dan saya berharap bahwa inisiatif ini di masa depan akan mencakup semua bandara Indonesia dari mana jemaah haji Indonesia memulai. Saya menegaskan bahwa Republik Indonesia mendukung proyek besar Saudi untuk melayani para jamaah dan mewujudkan inisiatif kota-kota pintar, perencanaan terpadu, layanan kelas atas, transportasi yang nyaman dan akses yang mudah.

Bagaimana Pendapat Yang Mulia tentang layanan yang diberikan oleh kepemimpinan Raja Salman kepada para Jemaah?

Dubes Agus : Tidak ada yang menyangkal upaya luar biasa yang dilakukan dan disampaikan oleh kepemimpinan Yang Mulia Raja Salman kepada semua jamaah yang datang dari setiap negara mereka untuk melakukan ibadah mereka dengan ketenangan, penghormatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan. Dari tahun ke tahun kita semua menyaksikan pencapaian besar dari kepemimpinan Raja Salman.

Apa kesan pengawas jemaah haji Indonesia tentang layanan haji? Bagaimana mereka mengklasifikasikan fasilitas yang disediakan untuk mereka?

Dubes Agus : Sebagian besar pengawas jemaah haji Indonesia telah mengunjungi Mekah dan Madinah. Mereka mengagumi dan bersukacita atas prestasi untuk memfasilitasi dan meringankan kesulitan dan beban perjalanan para jamaah. Seperti disebutkan sebelumnya, Prakarsa “Road to Mecca” telah memberikan hasil yang sangat positif karena meredakan dan memfasilitasi para jamaah (dalam hal fasilitas ketika prosedur), dan ada juga fasilitas dalam menyediakan transportasi dan perumahan di mana bus menyediakan mereka sepanjang waktu untuk pergi dari penginapan ke Masjidil Haram kembali dari itu. Ada banyak layanan lain yang tidak bisa saya sebutkan untuk kelimpahan mereka di semua bidang.

Apa peran Kedutaan Besar Saudi di Indonesia dalam memfasilitasi prosedur visa haji?

Dubes Agus : Kedutaan Besar Saudi di Jakarta berusaha keras untuk memfasilitasi dan mempercepat pemberian visa haji. Ada hubungan yang kuat antara Kedutaan Besar Saudi di Jakarta dan Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh untuk menjadikan haji sukses tahun ini.

Saya katakan terus terang bahwa keberhasilan ibadah haji adalah hasil dari keharmonisan antara berbagai organ dan keselarasan antara koordinasi dan kerja yang baik untuk merasakan masing-masing sebagai satu perangkat.

Bagaimana pendapat Yang Mulia tentang kisah kakek Uhi Idrus yang masuk dalam program undangan haji Raja Salman, tolong Yang Mulia Ceritakan?

 

Dubes Agus : Kabar ini telah menjadi banyak perhatian dari orang Indonesia dan mungkin juga orang-orang Saudi yang baik, yang bertepatan dengan penyebaran teknologi “WhatsApp” di semua sisi dunia. Sebagaimana Raja Salman bin Abdul Aziz pada saat kunjungannya ke Indonesia hadir di hati rakyat Indonesia melalui ponsel mereka. Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud adalah tokoh Islam internasional yang tertarik pada Islam dan kaum muslimin, tanpa membedakan antara rakyatnya dan rakyat lainnya.

Ya dan pasti. . . Untuk beberapa nama. . . Antusiasme dan kerinduan jemaah haji Indonesia untuk sholat berjamaah di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah berlanjut setelah mereka kembali ke tanah air. Masjid-masjid di Indonesia akan dipenuhi dengan jamaah yang kembali dari Kerajaan setelah melakukan haji atau umrah dan untuk menjadi seperti orang lain seperti pengkhotbah dari semua hal yang baik dan menyebarkan nilai-nilai Islam toleran moderat terhadap perdamaian dunia.

Apa kesan yang bisa ditujukan kepada pemerintah dan masyarakat Arab Saudi?

Dubes Agus : Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, atas cinta dan minatnya kepada Indonesia, di mana ia senang melihat dan menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia. Terima kasih dan penghargaan Saudi atas minat dan kepedulian mereka terhadap penduduk Indonesia di kerajaan ini yang datang untuk melakukan ibadah Haji dan Umrah atau yang datang untuk bekerja di kerajaan yang berharga ini. Kami berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan kepada yang Mulia Raja Salman, Putra Mahkota dan masyarakat Saudi semakin maju dan berkembang pesat.

Kata terakhir untuk surat kabar Ainul Watan?

Terima kasih banyak kepada Surat Kabar Ain El Watan dan kru-nya atas kesempatan yang berharga ini dan saya berharap mereka selalu sukses dalam tugas mereka dan menjadi yang terbaik. (DH/MTD)

Sumber : Ainul Watan | Redaktur : Hermanto Deli

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY