UNICEF : Yaman Tak Ubahnya Seperti Neraka bagi Anak-anak

5

Lensaislam.com : Perang antara pemberontak Syi’ah Houthi dengan Pasukan Koalisi Arab yang tidak pernah berakhir hingga hari ini telah menjadikan Yaman tak ubahnya seperti neraka bagi anak-anak.

Sejak Maret 2015, Yaman telah dilanda perang antara pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Abdur Rabbuh Mansur Hadi yang didukung oleh Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi menghadapi pemberontak milisi Houthi yang didukung oleh Iran.

“Kita tidak perlu terkejut bahwa pada hari ini di Yaman, seorang anak meninggal setiap 10 menit atas penyakit yang sebenarnya dapat dengan mudah untuk dicegah,” kata Geert Cappelaere, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Selasa, (6/10/2018).

“Sekitar 30.000 anak-anak di Yaman meninggal setiap tahun karena kekurangan gizi. Yaman telah menjadi neraka bukan hanya untuk 50-60 persen anak-anak, tetapi bagi setiap anak lelaki dan perempuan di Yaman,” tambah Geert Cappelaere.

“Selama satu tahun ini, 1,8 juta anak menderita kekurangan gizi akut dan setiap hari ada 400.000 anak menderita kekurangan gizi, 40 persen di antaranya tinggal di Hudaydah dan di tempat perang berkecamuk,” ungkap Geert Cappelaere.

Geert Cappelaere menambahkan bahwa sebagai komunitas internasional, UNICEF telah dengan sangat lamban bertindak untuk mengakhiri krisis di Yaman. “Kami telah menyaksikan situasi memburuk ke titik ini bahwa Yaman sekarang di ambang krisis kemanusiaan dan menghadapi epidemi kolera terburuk di dunia dalam beberapa dekade,” tutur Geert Cappelaere. (DH/MTD)

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here