Terkenal Dermawan, Arab Saudi Jadi Kerajaan Terkaya di Dunia

79

Lensaislam.com : Menurut data perusahaan konsultan bisnis Brand Finance, keluarga kerajaan Inggris memiliki kekayaan bersih sekitar $ 88 miliar dolar. Namun kekayaan kerajaan tersebut saat ini jauh tertinggal dibandingkan dengan kekayaan dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Kerajaan Arab Saudi terdiri dari 15.000 anggota keluarga (mayoritas kekayaan dimiliki oleh sekitar 2.000 anggota keluarga). Kekayaan keluarga Kerajaan Arab Saudi diperkirakan bernilai $ 1,4 triliun dolar. Dengan data tersebut, Kerajaan Arab Saudi 16 kali lebih kaya dibandingkan dengan kekayaan keluarga kerajaan Inggris.

Sama halnya seperti keluarga Kerajaan Inggris, para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi juga sangat tertutup tentang kekayaan mereka. Namun demikian, anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi terkenal akan kedermawanannya.

Keluarga Kerajaan Arab Saudi sering memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan melalui organisasi amal lokal maupun internasional dan berinvestasi pada orang-orang Saudi, seperti dilansir dari CNBC, Senin, (20/8/2018).

Sebagai negara penghasil dan pengekspor minyak terbesar di dunia, Kekayaan Kerajaan Arab Saudi berasal dari limpahan cadangan minyak yang ditemukan lebih dari 75 tahun yang lalu, di bawah pemerintahan Raja Abdulaziz ibn Saud. Di samping itu, Perusahaan gas alam dan perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco memiliki aset lebih dari $ 2 triliun dolar. Jika estimasi itu benar, maka Saudi Aramco akan menjadi salah satu perusahaan minyak paling menguntungkan di dunia.

Salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling berpengaruh adalah Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS).

Dalam wawancara dengan CBS News saat kunjungan resmi Pangeran MBS ke Amerika Serikat pada bulan Maret lalu. Putra Mahkota MBS menjawab tuduhan yang dilontarkan media kepadanya tentang kehidupannya yang mewah.

Putra Mahkota mengatakan bahwa kekayaannya adalah masalah pribadi dan tidak ingin menarik perhatian banyak orang. “Sejauh pengeluaran pribadi saya, saya alhamdulillah adalah orang yang kaya dan bukan orang miskin. Saya bukan Gandhi atau Mandela. Saya adalah anggota keluarga dari penguasa yang ada selama ratusan tahun sebelum berdirinya Arab Saudi,” ujar Pangeran MBS.

Putra Mahkota MBS juga mengatakan bahwa sebagian besar kekayaannya digunakan untuk amal. “Aku menghabiskan setidaknya 51 persen untuk membantu orang-orang dan 49 persen untuk diriku sendiri,” ungkap Pangeran MBS. (DH/MTD)

Sumber : CNBC | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here