Sutami Sebagai Sosok Luar Biasa dan Menginspirasi Dengan Julukan Menteri Termiskin di Indonesia

216

Lensa Islam : Sosok yang satu ini terbilang langka. Baik di masa lalu, apalagi di era modern seperti saat ini. Ir. Sutami adalah Menteri Pekerjaan Umum yang menjabat selama empat kali sejak tahun 1965 hingga 1978. Di bawah pengawasannya, proyek raksasa seperti Gedung DPR, Jembatan Semanggi dan Waduk Jatiluhur, dibangun. Sutami pula yang memimpin proyek pembangunan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Jika hari lebaran tiba, para tamu pun bersilaturahmi. Namun betapa terkejutnya mereka saat pertama menginjakkan kaki di rumah Menteri Sutami. Bukan kemewahan yang ada, namun rumah sederhana yang atapnya bocor di mana-mana.

Padahal sebagai pejabat negara yang menangani proyek-proyek besar, Menteri Sutami bisa saja hidup bergelimang kemewahan.

Sosoknya sangat pendiam dan sederhana. Rumahnya di Jl. Imam Bonjol pun dia beli secara mencicil dan baru lunas menjelang pensiun. Tak pernah ia menggunakan fasilitas negara di luar pekerjaannya. Saat pensiun, semua ia kembalikan, termasuk mobil dinasnya.

Seorang pengusaha pernah ingin memberinya mobil karena tahu mobil dinas Sutami akan dikembalikan. Namun sang Menteri menolak dengan halus. Ia pun memilih meminta diskon sedikit dan membayar mobil itu.

Sebagai insinyur sipil lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia sangat menyukai pekerjaan lapangan. Wartawan kerap memanggilnya ‘Menteri yang tidak punya udel’. Sutami mampu jalan kaki puluhan kilometer untuk meninjau daerah terpencil. Jika ada ojek, ia naik. Jika tidak ada, maka menteri sederhana ini akan berjalan kaki hingga bertemu masyarakat sekitar.

Di masa Orde Baru, Sutami menjadi sosok di balik suksesnya transmigrasi dari Pulau Jawa ke beberapa titik yang ada di Pulau Sumatera. Program transmigrasi tersebut dilakukannya dengan sangat mulus. Ia juga yang memindahkan penduduk dari Pulau Jawa dengan menggunakan pesawat supaya lebih cepat.

Sutami dengan Bung Hatta
selama masa hidupnya hampir sama, Ia telah dilantik sebanyak delapan kali sebagai seorang menteri di tiga kabinet yang berbeda.

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY