Putra Mahkota MBS : Kasus Khashoggi Tidak Akan Membuat Hubungan Arab Saudi-Turki Retak

82

Lensaislam.com : Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad Bin Salman menegaskan bahwa kasus kematian Jurnalis Jamal Khashoggi sangat menyakitkan bagi semua orang Saudi pada khususnya, dan masyarakat dunia pada umumnya.

“Kejadian ini benar-benar keji dan tidak adil. Hari ini, Kerajaan Arab Saudi mengambil semua langkah hukum untuk menyelidiki dan menyelesaikan semua penyelidikan, bekerja sama dengan pemerintah Turki, untuk mencapai temuan dan membawa semua pelaku ke pengadilan untuk menerima hukuman setimpal,” ungkap Pangeran MBS dalam sesi diskusi di Future Investment Initiative (FII) 2018 di Riyadh, Rabu, (24/10) bersama dengan Pangeran Mahkota Bahrain Salman Bin Hamad Al Khalifa, dan Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri, seperti dilansir dari Saudi Gazette, Kamis, (25/10/2018).

“Langkah ini adalah apa yang harus dilakukan pemerintah mana pun dalam kasus seperti itu. Kerja sama antara pemerintah Saudi dan Turki luar biasa,” kata Putra Mahkota.

Putra Mahkota MBS menambahkan : “Kami tahu bahwa banyak yang mencoba mengeksploitasi situasi yang menyakitkan ini untuk membuat keretakan antara Kerajaan Arab Saudi dan Turki.”

“Saya ingin mengirim pesan kepada mereka dari forum ini bahwa mereka tidak akan dapat membuat hubungan Saudi-Turki pecah selama masih ada raja yang bernama Raja Salman bin Abdul Aziz, Putra Mahkota yang bernama Muhammad Bin Salman dan Presiden Turki yang bernama Erdogan. Keretakan semacam itu tidak akan pernah terjadi,” tegas Pangeran MBS.

“Kami akan membuktikan kepada dunia bahwa kedua pemerintah bekerja sama untuk menghukum kejahatan dan pelakunya serta keadilan akan berlaku,” kata Pangeran MBS. (DH/MTD)

Sumber : Saudi Gazette | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here