Prof Din Dituduh Radikal, Muhammadiyah: Tuduhan Mengada-ada dan Memicu Kemarahan Warga

219

Lensaislam.com : Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait radikalisme. PP Muhammadiyah merespons keras laporan tersebut dan mengatakan tuduhan itu mengada-ada dan memicu kemarahan warga Muhammadiyah.

“Melaporkan Din Syamsuddin radikal adalah absurd, tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal,” ungkap Prof Azyumardi Azra, seperti dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Sabtu, (13/2/2021).

“Anti-Pancasila dan anti-NKRI jelas mengada-ada. Prof Din adalah salah satu guru besar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia memberikan banyak kontribusi bukan hanya pada UIN Jakarta, tapi juga Muhammadiyah dan negara-bangsa Indonesia dengan mensosialisasikan pentingnya dialog dan perdamaian untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil,” jelas Azyumardi Azra.

Ia melanjutkan, selain itu, Prof Din sebagai Utusan Khusus Presiden (Jokowi) untuk Dialog dan Kerjasama antar-Peradaban dan dirinya melaksanakan Konsultasi Tingkat Tinggi (2019) di Bogor untuk konsolidasi dan penyebaran Wasathiyah Islam.

Dengan Wasathiyah Islam yang menjadi karakter Islam Indonesia ke dunia global, Islam dapat terwujud sebagai rahmatan lil ‘alamin—Islam yang damai yang kontributif untuk kemajuan peradaban.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

comments

LEAVE A REPLY