Pengadilan Mesir Minta Pertimbangan Mufti Agung untuk Hukuman Mati 75 Terdakwa Ikhwanul Muslimin

39

Lensaislam.com : Pengadilan Mesir meminta pertimbangan Mufti Agung Mesir untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap 75 terdakwa tokoh Ikhwanul Muslimin. Pengadilan meminta Mufti untuk memutuskan apakah mereka harus dijatuhi hukuman mati.

Mereka didakwa sebagai aktor yang berada dibalik aksi demonstrasi berdarah yang menewaskan 700 orang dan belasan petugas keamanan pada tahun 2013 di ibukota Kairo pasca tergulingnya Presiden Muhammad Mursi.

Menurut Undang-undang Mesir, setiap penetapan hukuman mati harus dikonsultasikan dengan Mufti Mesir, Grand Sheikh Shawqi Allam, pejabat otoritas keagamaan Islam tertinggi Mesir sebelum eksekusi dapat dilakukan, seperti dilansir dari TRT World, Sabtu, (28/7/2018).

Keputusan Mufti Agung tidak mengikat secara hukum, tetapi keputusan tersebut jarang diabaikan oleh pengadilan. Pada tahun 2014, Mufti Agung menolak hukuman mati yang diajukan untuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie atas kasus yang saman.

Mohamed Badie sejak itu dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara. Di antara 75 terdakwa tersebut adalah Beberapa pemimpin tertinggi gerakan Ikhwanul Muslimin termasuk di antara 75 terdakwa tersebut, di antaranya : Issam Al Aryan, Mohamed Baltagi, Safwat Higazi dan Wagdi Ghoneim.

Putusan akhir dalam kasus ini akan ditetapkan pada 8 September mendatang setelah Mufti Agung memberikan pandangannya. (DH/MTD)

Sumber : TRT World | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here