Pangeran Turki Al-Faisal Sebut Laporan CIA Tidak Bisa Dipercaya

34

Lensaislam.com : Pangeran Turki Al-Faisal, mantan kepala Badan Intelijen Arab Saudi mengatakan bahwa laporan yang dibuat oleh CIA tentang keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tidak bisa dipercaya.

“Badan itu tidak dapat diandalkan untuk membuat kesimpulan yang kredibel. CIA tidak selalu merupakan standar tertinggi kebenaran atau akurasi dalam menilai situasi. Contohnya sudah banyak,” ungkap Pangeran Turki al-Faisal, kepada wartawan di Abu Dhabi, seperti dilansir dari Reuters, Senin, (26/11/2018).

Pangeran Turki Al-Faisal yang juga pernah menjabat sebagai duta besar untuk Amerika Serikat mengatakan bahwa laporan CIA tentang kepemilikan senjata kimia sebelum invasi AS ke Irak pada tahun 2003 menunjukkan badan tersebut tidak dapat diandalkan.

“Itu adalah laporan yang paling mencolok dari penilaian yang tidak akurat dan salah, yang menyebabkan perang skala besar dengan ribuan orang terbunuh,” kata Pangeran Turki Al-Faisal.

“Sampai saat ini saya tidak mengerti mengapa CIA tidak diadili oleh Amerika Serikat. Ini adalah jawaban saya untuk penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul,” ujar Pangeran Turki Al-Faisal.

Menurut laporan yang dirilis oleh CIA telah menyimpulkan bahwa Pangeran Muhammad bin Salman yang memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah membantah laporan CIA tersebut dan menyatakan dukungan terhadap Arab Saudi meskipun adanya desakan internasional untuk menjatuhkan sanksi terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Trump mengatakan bahwa AS akan tetap menjadi mitra yang baik untuk Arab Saudi. (DH/MTD)

Sumber : Reuters | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here