Organisasi-organisasi Rohingya Kritik Kesepakatan PBB-Myanmar Baru-baru ini

43

Lensaislam.com : Organisasi-organisasi Rohingya di seluruh dunia mengkritik sebuah perjanjian yang ditandatangani antara Myanmar dan PBB baru-baru ini mengenai pemulangan pengungsi Rohingya dan menyatakan bahwa perjanjian itu tidak menyentuh akar penyebab krisis.

“Kami sangat prihatin dengan MOU [Memorandum of Understanding] antara PBB dengan pemerintah Myanmar yang tidak mengatasi akar penyebab krisis Rohingya, khususnya masalah kewarganegaraan dan identitas etnis Rohingya,” kata pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 23 organisasi Rohingya, termasuk Dewan Rohingya Eropa (ERC) dan Arakan Rohingya National Organization (ARNO), seperti dikutip dari Anadolu Agency, Ahad, (10/6/2018).

Pernyataan itu juga menyuarakan keprihatinan atas tidak dilibatkannya perwakilan Rohingya dalam perumusan kesepakatan perjanjian. “Teks-teks MOU tidak dipublikasikan kepada publik dan komunitas internasional sehingga menimbulkan banyak pertanyaan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mengatakan : “Semua catatan sebelumnya menunjukkan bahwa badan-badan PBB, termasuk UNHCR  tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai bagi para pengungsi Rohingya. Pemulangan Rohingya adalah pertanyaan tentang hidup atau mati untuk seluruh orang Rohingya.”

Orang-orang Rohingya tidak mau kembali ke Rakhine karena pihak berwenang, yang  terlibat dalam genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak mengubah sikap mereka terhadap Rohingya.

“Mereka tidak bisa mempercayai pemerintah Myanmar dan militer yang telah membunuh, memperkosa, dan membuat mereka kelaparan dengan ratusan desa mereka diratakan, tanah mereka diambil dan rumah-rumah mereka dibakar,” bunyi pernyataan tersebut.

“Harus ada akuntabilitas dan pelaku kejahatan harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC),” tuntut pernyataan bersama tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here