MUI Berharap Enzo Lancar dan Sukses Jadi Taruna AKMIL

90

Lensa Islam : Media sedang ramai bahas seorang putra bangsa yang bernama Enzo Zensi Ellie yang lolos ikuti pantukhir di akademi militer (Akmil). Namun ada suara suara minor yang menuduh yang bersangkutan terpapar radikalisme hanya karena ia berfoto dalam akun Facebook dengan bendera tauhid.

Semua pujian dan bangga pada Enzo berubah jadi bulian, cibiran vonis tanpa bukti Enzo radikalis ?. Untuk itu Redaksi telah minta tanggapan hal ini pada pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah yang juga seorang mantan Petinggi Polri pada (12/8/2019).

MUI dan Depdagri sejak kasus pembakaran bendera tauhid di Garut 2018 tegas bahwa bendera yang dibakar Banser tersebut bukan bendera HTI tapi bendera Tauhid milik umat Islam se dunia dan di Indonesia tidak dilarang memiliki menyimpan dan mengibarkannya di even atau acara acara tertentu.

“Maka sangat naif jika menuduh Enzo calon taruna Akmil berfoto dengan bendera Tauhid tsb sebagai terpapar radikal pro HTI dll. Itu bukan bendera HTI karena Mendagri sudah menjelaskan kalau bendera HTI ada tulisan HTI nya. Maka jangan mudah nuduh Radikal,” ujar Anton Tabah.

Harusnya menurut dirinya kita lebih sensi dengan bendera bendera dan logo logo yang jelas dilarang UU bukan malah alergi dengan bendera Tauhid yang syah. Lafadz tauhid sangat mulia jadi cita cita setiap muslim ketika menghadapi maut (kematian) apalagi ketika membela NKRI, melawan musuh yang akan mengancam kedaulatan NKRI.

“Tapi kenapa politik di Indonesia kini anggap kalimat tauhid ini hina dan nista ? Semua yang bawa kalimat Tauhid dicap radikal ? OPM Papua yang bakar bendera merah putih dan bunuhi TNI bukan radikal ?,” kata Anton penuh heran.

Rakyat pasti marah jika alimat tauhid dilecehkan. Berulang kali dijelaskan bendera tauhid itu bendera umat Islam. “Jadi bukan milik HTI, bukan milik partai atau kelompok tertentu,”
pungkas Anton yang juga pengurus ICMI Pusat tersebut.

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY