Muhammadiyah: Ucapan Said Aqil Tak Cerminkan Akal Sehat

186

Lensaislam.com : Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas menyesalkan pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang menyebut jika imam masjid, khatib, dan menteri agama jika dipegang selain Nahdliyin, maka salah semua.

Penyataan tersebut dinilai Anwar membahayakan persatuan umat dan tidak mencerminkan akal sehat.

“Saya sesalkan. Pernyataan ini jelas tidak mencerminkan akal sehat. Saya yakin pernyataan ini adalah pernyataan dan sikap pribadi dari Said Aqil Siradj dan bukanlah sikap dari NU,” kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/1).

Menurutnya, jika pernyataan Said Aqil tersebut menyatakan atas nama Nahdlatul Ulama, maka sikap itu dinilai membahayakan karena mengancam persatuan dan kesatuan umat.

Karena itu Anwar meminta Said Aqil menarik ucapannya itu agar tidak memantik keriuhan di kalangan umat.

“Yang hendak dilakukan oleh Said Aqil Siradj adalah untuk mengambil dan meraup semua jabatan dan posisi yang ada di negeri ini untuk NU, Kementerian Agama,” ujar Anwar Abbas.

Anwar menyinggung saat ini di Kementerian Agama juga tidak ada satu pun orang Muhammadiyah di eselon satu dan dua. “Semuanya nyaris dari NU. Begitu juga rektor-rektor Universitas Islam (UIN) dan IAIN semuanya nyaris dari NU,” kata  Anwar Abbas.

Anwar menegaskan, skenario ini harus dihentikan jika anak-anak bangsa masih mau negeri ini aman damai dan tentram. Untuk itu, kata Anwar, dirinya meminta Said Aqil untuk meminta maaf kepada umat Islam.

Sebelumya Said Aqil dalam sambutannya di Hari Ulang Tahun Muslimat NU di Jakarta kemarin menyatakan warga NU mesti berperan dalam berbagai bidang di masyarakat. Salah satunya di bidang keagamaan. Jika tidak dipegang oleh warga NU maka menurut Said Aqil akan salah semua.

“Imam masjid, khatib, KUA (kantor urusan agama), harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua,” kata Said lalu tertawa kecil yang diikuti hadirin yang mendengar.

Sumber : CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here