Mencermati Arah Perjalanan Bangsa Dari Kaca Mata Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN PIM)

160

Lensa Islam : Memasuki Tahun 2020, 75 tahun setelah, dan 25 tahun jelang seabad, Proklamasi Kemerdekaan, merupakan momentum bagi seluruh Bangsa Indonesia untuk merenungi perjalanan kehidupan bangsa dengan segala capaian, masalah dan tantangan, serta masa depannya.

Perenungan itu penting untuk dipusatkan pada pertanyaan apakah perjalanan kehidupan bangsa
berada pada Jalan Konstitusi/Cita-cita Kemerdekaan, atau mengalami pergeseran bahkan penyimpangan.

Mencermati perjalanan bangsa, khususnya pasca Reformasi 1998, terdapat gejala dan gelagat terjadinya deviasi, distorsi, dan disorientasi kehidupan nasional dengan cita-cita pendiriannya. Maka adalah relevan
bagi kita untuk mengajukan pertanyaan Quo Vadis Indonesia ? Mau Kemana Indonesia ?.

Pergerakan Indonesia Maju, sebagai pergerakan rakyat Indonesia yang bersifat lintas agama, suku, profesi, dan gender, menyatakan keprihatinan mendalam atas kecenderungan demikian, dan mengajak segenap elemen dan komponen bangsa untuk bersama-sama berjuang meluruskan kiblat bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) M. Din Syamsuddin bersama Anggota DN-PIM Hamzan Zoelva, Wakil Ketua DN-PIM R Siti Zuhro, Wakil Ketua DN-PIM Philip Kuntjoro Widjaja, Anggota DN-PIM Nadjamuddin Ramly (kanan) saat memberikan keterangan refleksi awal tahun 2020 di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) juga mendesak dan meneguhkan persatuan bangsa dengan merajut kebersamaan sejati, yakni kebersamaan yang menghargai kemajemukan dan menegakkan keadilan. Kebersamaan sejati memberi kesempatan kepada semua secara adil, dan meniadakan penguasaan satu kelompok atas kelompok-kelompok lain.

Mutlak perlu adanya kepemimpinan sejati, yakni kepemimpinan yang mengayomi, melayani, dan melindungi seluruh bangsa dan tanah tumpah darah Indonesia, serta menggalang seluruh potensi bangsa ke arah kemajuan bangsa.

Prof Din Syamsuddin juga menjelaskan bahwa DN-PIM sebagai pergerakan rakyat Indonesia yang bersifat lintas agama, suku, profesi, dan gender, menyatakan keprihatinan mendalam atas kecenderungan demikian serta mengajak segenap elemen dan komponen bangsa untuk bersama-sama berjuang meluruskan kiblat bangsa.

comments

LEAVE A REPLY