Menag Sebut Moderasi Islam itu Keharusan

437

Lensa Islam : Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai paham moderat sebagai yang paling sesuai untuk mengayomi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam. Karenanya, moderasi Islam dalam konteks Indonesia tidak sekedar tawaran tapi keharusan untuk dikembangkan.

“Moderasi Islam bukan hanya tawaran, akan tetapi juga kewajiban, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri untuk terus berkemampuan mengawal paham ini,” katanya saat menjadi narasumber dalam Seminar pendidikan dengan tema “Revitalisasi Pendidikan Islam Multikultural dalam Bingkai Deradikalisasi” di IAIN Ponorogo, Rabu (10/05).

Menurutnya, realitas Indonesia adalah kaya akan keragaman dan kemajemukan. Hal ini disadari para pendahulu bangsa sehingga mereka mengembangkan moderasi islam.

Selain moderasi Islam, keragaman harus dijaga dan dikembangkan dengan solidaritas anak bangsa. “Solidaritas itu tidak hanya dimaknai sebagai bersama-sama dalam satu kesamaan ruang lingkup, solidaritas itu adalah kepercayaan, percaya dengan sesama kita yang berbeda,” ujarnya.

“Semua kita yang bergerak di bidang pendidikan harus bergerak menanamkan kepercayaan itu. Tertanamnya kepercayaan yang utama adalah karena ada rasa cinta,” sambungnya.

Dengan solidaritas, lanjut Menag, bangsa yang heterogen tetap mampu menjaga dirinya sebagai bangsa yang besar dan tidak mudah terpecah belah.

Dalam kesempatan ini, Menag juga merilis alih status IAIN Ponorogo yang ditandai dengan pemukulan gong. Menag lalu meresmikan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Tarbiyah, serta meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Syariah.

Tampak hadir dalam acara ini, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Nizar Ali, Sekretaris Menteri Khoirul Huda Baasyir, Staff Khusus Menag Gugus Joko Waskito, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Syamsul Bahri, Bupati Ponorogo Ipong Wibisono beserta para anggota Forum Komunikasi Daerah Ponorogo, Para rektor UIN, IAIN dan STAIN dari seluruh Indonesia, serta tohoh agama dan pimpinan pondok pesantren di Ponorogo.

Sumber : Kemenag.go.id

comments

LEAVE A REPLY