Malam Ini Pemprov DKI Gelar Nikah Massal

177

Lensa Islam : Dalam rangka pergantian tahun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar sejumlah acara yang dapat dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya. Tak hanya di Balai Kota, melainkan juga tersebar di sejumlah titik sepanjang Jalan Sudirman – MH. Thamrin. Seluruh rangkaian Acara Malam Pergantian Tahun Baru 2020 dilaksanakan pada hari Selasa (31/12), mulai pukul 17.00 – 24.00 WIB. Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 122 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Rangkaian Kegiatan Acara Malam Tahun Baru 2020.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, dalam konferensi pers di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Jumat (20/12). Saefullah menjelaskan, seperti tahun sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Nikah Massal, yang terdiri dari pernikahan baru dan juga itsbat (pengesahan) nikah.

“Jika tahun sebelumnya acara Nikah Massal diadakan di Lapangan Parkir Thamrin 10, namun tahun ini acara tersebut diselenggarakan di Halaman Balai Kota Jakarta. Acara Nikah Massal dibuka dengan pertunjukan Marawis, Band Akustik, dan Rebana Hadroh pada pukul 17.00 WIB,” jelas Saefullah.

Peserta Nikah Massal sebanyak 631 pasang, yang terdiri atas pernikahan baru sebanyak 141 pasang dan itsbat nikah sebanyak 490 pasang. Seluruh peserta Nikah Massal akan mendapatkan gratis biaya nikah dan / atau biaya sidang itsbat, uang mahar senilai satu juta rupiah, dan bingkisan pernikahan. “Ini dari dukungan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta dan juga Pemprov DKI Jakarta,” ujar Saefullah.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penutupan jalan secara berkala untuk persiapan acara, gladi bersih, hingga acara berlangsung. Persiapan acara atau loading barang pada 24-31 Desember, dilakukan pengaturan lalu lintas pada pukul 00.00 – 05.00 WIB, agar mobilisasi warga tidak terganggu. Sedangkan, untuk gladi bersih tanggal 30 Desember 2019, dilakukan pengaturan lalu lintas secara tentatif pukul 14.00 – 23.00 WIB di sekitar Bundaran HI.

Sementara itu, pada saat acara tanggal 31 Desember 2019, dilakukan pengaturan lalu lintas sebagai berikut:
– Penutupan Jl. Medan Merdeka Selatan dimulai pukul 16.00 sampai dengan 23.00 untuk menunjang acara Nikah Massal di Halaman Gedung Balai Kota Jakarta. Untuk kendaraan peserta Nikah Massal akan diarahkan pintu Tenggara Monas (Dekat Gambir);

– Pukul 14.00, penutupan Jl. MH. Thamrin dan Jl. Jend. Sudirman dimaksud untuk mengkondisikan sekaligus mensterilkan lokasi acara dari kendaraan bermotor untuk selanjutnya dilakukan persiapan acara (memperhatikan situasi di lapangan);

– Pukul 17.00 sampai dengan 1 Januari 2020 pukul 01.00, penutupan jalan dari arah Utara menuju Selatan dan sebaliknya mulai dari Simpang Harmoni sampai dengan Bundaran Senayan secara keseluruhan;

– Pukul 20.00 sampai dengan 1 Januari 2020 pukul 01.00, pergerakan kendaraan dari arah timur ke barat maupun arah barat ke timur pada Simpang Jl. Budi Kemuliaan – Jl. Medan Merdeka Selatan, Simpang Jl. Kebon Sirih – Jl. M.H Thamrin, Simpang Jl. Wahid Hasyim – Jl. M.H Thamrin, dan Bundaraan HI ditutup total.

Adapula penutupan ruas jalan yang dilakukan di sejumlah titik, dengan rincian sebagai berikut:
– Jl. Majapahit sisi Timur ( Simpang Harmoni)
– Jl. Medan Merdeka Utara (depan Gedung Pertamina)
– Jl. Veteran 3
– Jl. Medan Merdeka Barat (sisi Barat & Timur)
– Jl. Medan Merdeka Selatan (Sisi Utara dan Selatan)
– JL. Kebon Sirih (Simpang Jl. Agus Salim dan Simpang Jl.Fachrudin/Milenium)
– Jl. KH. Wahid Hasyim (Simpang Sabang dan Simpang Metro Tanah Abang)
– Jl. Sunda
– Simpang Jl. Imam Bonjol (arah Bundaran Hotel IndonesiaI dan Tosari Gedung TCT)
– Landmark belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Setiabudi Raya belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Prof. Dr. Satrio belok kiri Jl. Jend. Sudirman (Sampoerna)
– Jl. Masjid belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Garnisun (Atmajaya) dan kolong jalur lambat Semangi
– Jl. Jend. Gatot Subroto dari Timur menuju Jl. Jend. Sudirman (jalur lambat, simpang susun dan kupingan)
– Jl. SCBD belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jalan akses SCBD (BanK CIMB)
– Bundaran Senayan (dari Jl. Pattimura dan Jl. Sisingamangaraja)
– Jl. Pintu 1 belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Jend. Gatot Subroto dari Barat menuju Jl. Jend. Sudirman (jalur lambat, simpang susun dan kupingan)
– Jl. Bendungan Hilir belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. KH. Mas Mansyur belok kiri Jl. Jend. Sudirman (Le Meredien)
– Jl. Karet Pasar Baru Timur 5 belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Kupingan BNI 46 belok kiri Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Teluk Betung belok kiri ke Jl. Jend. Sudirman
– Jl. Kebon Kacang ke Jl. MH. Thamrin
– Jl. Budi Kemuliaan
– Jl. Museum

Selama dilakukan penutupan, lokasi jalan tersebut steril dari lalu lintas kendaraan bermotor dan sepeda (kecuali petugas), serta delman dan gerobak pedagang/PK5. Dishub Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan pengalihan lalu lintas, yaitu:
– Pengalihan lalu lintas dari Utara – Selatan. Kendaraan dari arah Harmoni yang akan menuju ke Selatan diarahkan/dialihkan melalui Jl. Juanda – Lap. Banteng – Jl. Pejambon – Jl. Ridwan Rais – Tugu Tani – Jl. Samratulangi – Jl. Hos Cokroaminoto dan seterusnya.

– Pengalihan lalu lintas dari Selatan – Utara. Kendaraan dari arah Jl. Sisingamaraja, Jl. Pattimura dan Jl. Asia Afrika yg akan menuju ke Utara diarahkan/ dialihkan melalui melalui Jl. Pakubuwono 6 – Jl. Hang Lekir 2 – Jl. Asia Afrika – Jl. Gerbang Pemuda – Jl. Jend. Gatot Subroto – Jl. S. Parman – Jl. Tomang Raya – dan seterusnya.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi pengunjung, maka khusus Bus Transjakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) dan Koridor 2 (Pulogadung – Harmoni) tetap dapat melayani pelanggan, pengalihan rute dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang ada. Pengunjung juga dapat memarkirkan kendaraannya pada 37 lokasi yang telah disediakan (lokasi terlampir).

Personel Rangkaian Kegiatan Tahun Baru 2020 yang dipersiapan oleh Pemerintah Provonsi DKI Jakarta bersama dengan Polri dan TNI sebagai berikut:
– Satpol PP: 1.150 personil
– Dinas Kesehatan: 26 unit ambulance, 4 unit reaksi cepat (motor), Dokter, 56 perawat, 26 driver
– Dinas Lingkungan hidup: 15 Unit toilet dan 300 regu comot sweeper
– Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan: 8 unit mobil damkar
– Dinas Perhubungan: 600 Personil
– POLRI: 6.304 Personil
– TNI: 1.010 Personil

comments

LEAVE A REPLY