KTT Mekkah Sumbang $ 2,5 Miliar Untuk Menyelamatkan Perekonomian Yordania

35

Lensaislam.com : Pertemuan Tingkat Tinggi Empat Negara Arab (KTT Mekkah) yang dipelopori oleh Arab Saudi di kota suci Makkah membahas upaya untuk menyelamatkan perekonomian Yordania yang tengah dilanda krisis menghasilkan paket bantuan sebesar $ 2,5 Miliar untuk Yordania.

Raja Salman mengadakan pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah II, Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah dan Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Makhtoum di kota suci Mekkah pada Ahad kemarin, (10/6/2018).

Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis di Kantor Berita Saudi, Saudi Press Agency, Senin, (11/6/2018), Ketiga negara : Arab Saudi, UEA dan Kuwait sepakat memberikan paket bantuan ekonomi kepada Yordania sebagai solidaritas bersama di antara negara-negara Arab.

“Berdasarkan ikatan persaudaraan yang kuat di antara empat negara serta nilai-nilai dan prinsip-prinsip Arab dan Islam, ketiga negara (Arab Saudi, Kuwait dan UEA) setuju untuk memberikan paket bantuan ekonomi sebesar $ 2,5 Miliar kepada Yordania. Bantuan tersebut disalurkan melalui :
1. Deposit di Bank Sentral Yordania.
2. Jaminan Bank Dunia untuk kepentingan Yordania.
3. Dukungan tahunan untuk anggaran Pemerintah Yordania selama lima tahun mendatang.
4. Pendanaan dari dana pengembangan untuk proyek-proyek pembangunan.

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Raja Salman atas pertemuan ini dan kepada Kustodian Dua Masjid Suci untuk mengadakan pertemuan ini dan Kuwait dan UEA untuk menanggapi panggilan ini, menghargai ketiga negara untuk menyediakan paket bantuan ini untuk mengatasi krisis ini.

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II menyampaikan terima kasih dan penghargaan mendalam kepada Raja Salman atas inisiatifnya menggelar pertemuan ini, dan kepada Kuwait dan UEA atas tanggapan cepat terhadap undangan Raja Salman untuk membantu Yordania dengan menyediakan paket bantuan ini yang akan berkontribusi mengatasi krisis perekonomian di Yordania.

Kerajaan Yordania telah lama menderita krisis ekonomi dan tetap sangat bergantung pada bantuan asing. Yordania telah menjadi tempat penampungan ribuan pengungsi Palestina dan Suriah. Biaya bahan bakar telah meningkat lima kali pada 2018, dan tagihan listrik telah melonjak hingga 55 persen yang menyebabkan Yordania menderita krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah kerajaan tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Saudi Press Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here