Israel Sahkan Undang-undang yang Mengklaim Seluruh Tanah Palestina sebagai Tanah Air Bangsa Yahudi

23

Lensaislam.com : Parlemen Israel mengesahkan undang-undang kontroversial yang menyatakan bahwa seluruh tanah Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi. Dengan Undang-undang tersebut, Israel akan terus memperluas pembangunan permukiman Yahudi ke tanah Palestina yang diduduki.

Undang-undang tersebut juga menghapus penggunaan bahasa Arab dalam lembaga-lembaga resmi Israel dan menetapkan bahasa Ibrani sebagai satu-satunya bahasa resmi di Israel.

Menurut Undang-undang tersebut, tanah Palestina merupakan tanah air bersejarah bagi bangsa Yahudi dan mereka memiliki hak eksklusif atas tanah itu sebagai tanah perjanjian yang ditetapkan di dalam Al-Kitab.

“Ini adalah momen yang paling berharga dalam sejarah Zionisme dan sejarah negara Israel,” ungkap PM Benjamin Netanyahu di Parlemen Israel setelah pengesahan Undang-undang tersebut, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis, (19/7/2018).

Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa kota Jerusalem adalah ibukota Israel dan menolak pembagian kota menjadi Jerusalem Barat dan Jerusalem Timur, sebagaimana yang diusulkan oleh komunitas internasional sebagai solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina.

Komunitas Internasional mengusulkan solusi dua negara dengan Jerusalem Barat sebagai ibukota Israel dan Jerusalem Timur sebagai ibukota Palestina. Namun baik Israel dan Palestina menolak usulan tersebut yang membuat pembicaraan damai antara keduanya tidak pernah tercapai hingga saat ini.

Sementara itu, komunitas internasional dan lembaga HAM dunia mengkritik Undang-undang tersebut dan menyebutnya sebagai Undang-undang paling rasis yang pernah dibuat. Undang-undang itu telah memberlakukan kembali politik apartheid yang dilarang secara mutlak di bawah hukum internasional. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here