Iran dan Turki Kritik Langkah AS Masukkan Ikhwanul Muslimin Sebagai Kelompok Teroris

193

Lensaislam.com : Iran dan Turki sama-sama mengkritik rencana AS untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

“AS tidak dalam posisi untuk dan menilai orang lain sebagai organisasi teror dan kami menolak dengan upaya apa pun oleh AS dalam hal ini,” kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif kepada wartawan di Doha pada hari Rabu kemarin, seperti dilansir dari Al Arabiya, Kamis, (2/5/2019).

“Sementara AS sendiri mendukung teroris terbesar di kawasan ini, yaitu Israel,” tambah Zarif.

Sementara itu, Turki mengatakan bahwa jika Amerika Serikat menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing, maka hal itu hanya akan menghambat upaya demokratisasi di Timur Tengah dan melayani kelompok-kelompok militan seperti ISIS.

“Keputusan seperti itu oleh AS akan “tidak diragukan lagi menghasilkan hasil yang sangat salah mengenai stabilitas, hak asasi manusia, hak dasar dan kebebasan di negara-negara dunia Islam,” kata Omer Celik, juru bicara Partai AK besutan Presiden Turki Tayyip Erdogan

“Pada saat yang sama, (langkah Trump) adalah dukungan terbesar yang dapat diberikan kepada propaganda ISIS,” tambahnya.

Gedung Putih melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang membahas rencana untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing. Hal itu akan membuat Ikhwanul Muslimin mendapat sanksi AS dan pembekuan seluruh aset-aset milik organisasi tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY