Ini Pengakuan Warga Sekitar STDI Imam Syafi’i Jember : Lingkungan Kondusif STDI Sering Bantu Warga

34

Lensaislam.com : Masyarakat sekitar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember, yakni di lingkungan Gladak Pakem dan Gumukbago menepis isu yang dirasa telah mendiskreditkan kampus itu.

“Jujur saja dengan adanya STDI saya kira positif sekali karena memberi dampak ekonomi yang bagus bagi warga, pembagian beras dan daging kurban serta pembangunan masjid di Gumukbago sangat membantu,” ujar Agus Mahendra warga lingkungan Gumuk Bago yang turut hadir dalam acara klarifikasi di kampus STDI Jember,  Sabtu (4/8/2018).

Dampak ekonomi yang dimaksud adalah, dengan adanya kampus STDI, warga membuka kos-kosan, kontrakan dan warung makan bagi siswa STDI sehingga taraf ekonomi masyarakat sekitar menjadi terangkat.

Agus menambahkan, warga di lingkungan Gumukbago merasa kondusif dan menepis adanya isu negatif yang berkembang.

“Kondusif dan aman saya jamin seperti itu, isu yang berkembang itu tidak benar,  kalau misal benar ya sekarang kacau, buktinya tetap kondusif,” tambahnya.

Senada dengan Agus,  Abdul Muhid selaku warga lingkungan Gladak Pakem mengaku STDI tidak pernah bikin rusuh dan pengaruhi warga soal ideologi.

“Kalau STDI bikin rusuh mana, kami tanya, tetap kondusif warga. Kami tidak bermaksud terlalu memuji STDI tapi ini fakta di lapangan yang saya rasakan sebagai warga, karena STDI juga bagian dari warga Pakem,” tukas pria yang sekaligus sebagai ketua RW 2 di lingkungan Gladak Pakem itu.

Sumber : Surya Online

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here