Ikatan Khatib Indonesia Bertemu Wapres Membicarakan

184

Lensa Islam : Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menerima silaturahim dan audiensi Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Ikatan Khatib Indonesia di Kantor Istana Wakil Presiden Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum MPP IK DMI menyampaikan laporan perkembangan keorganisasian, program yang telah dan tengah berlangsung serta proyeksi program ke depan.

“Khutbah Jumat merupakan ibadah yang bersifat rukun, keharusan menentukan sah atau tidaknya kewajiban shalat Jumat. Di samping itu, Khatib sangat berpengaruh terhadap jamaahnya dalam menyampaikan pesan keagamaan. Karenanya bagaimana pesan dan isi khutbah benar-benar sesuai dengan syariah dan fikihnya”, demikian arahan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, saat menerima Majelis Pengurus Pusat Ikatan Khatib Indonesia.

Wapres juga menyampaikan pentingnya kualitas setiap khatib yang mempunyai kompetensi di bidang keagamaan yang mumpuni dan mendalam, memiliki kefasihan dalam melafalkan dan memahami Alquran dan As-sunah, serta Komitmen kebangsaan dan keumatan dengan membawa rahmat bagi semesta.

“Itulah pentingnya standar kualitas kompetensi, yang akan mempengaruhi keabsahan dan kekhususan ibadah, sekaligus manfaat dan kemaslahatan ya bagi jamaah masjid dan lingkungannya,” tegas Wapres RI

Atas dasar itulah, MPP IK DMI, setelah menggelar Halaqah Juru Dakwah Wasathiyah, segera akan menetapkan program peningkatan kualitas, penjaminan mutu dan keabsahan profesi seorang khatib.

“Ikatan Khatib DMI akan bekerjasama dengan Kemenag RI, DMI Pusat dan MUI serta Ormas Keagamaan dan Universitas dan Pesantren, untuk menyiapkan program dan sistem untuk menerbitkan Khatib Bersertifikat,” Ketua Umum MPP IK DMI, Hamdan Rasyid menyampaikan.

Dr Hamdan melanjutkan, Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) bersifat terbuka, inklusif, dan merupakan badan otonom Dewan Masjid Indonesia yang berazaskan Pancasila dan ber akidah Islam menurut mabda’ Ahlussunah Wal Jama’ah merupakan berbentuk Organisasi Kemasyarakatan Profesional yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial.

Untuk itulah selaku Manajer Program, Munawar Fuad, menyiapkan langkah adanya Halaqah Khatib Indonesia, disertai dengan program Madrasah Khatib Wasathiyah dalam upaya memperkokoh ukhuwah sesama khatib, silaturahim pemikiran, peningkatan wawasan dan memberikan solusi berupa pencerahan kepada umat dan lingkungannya melalui program silaturahim tersebut.

“Insya Allah, pula akan segera hadir aplikasi Khatib Indonesia, untuk menyiapkan sebanyak mungkin khatib profesional yang memang memenuhi syarat sebagaimana disampaikan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Bahkan didukung oleh sistem digital sebagaimana kebutuhan di era industri 4.0,” papar Munawar Fuad.

Program Aplikasi Khatib Indonesia mempunyai multi manfaat untuk membangun data base keanggotaan, komunikasi interaktif, Perpustakaan Khutbah, termasuk bagaimana setiap khutbah disajikan secara aktual dan membumi, memberikan pencerahan dan mempersatukan umat yang programnya disiapkan oleh Tim IK DMI, khususnya oleh Manajer Aplikasi, H Ardi Istambul.

Munawar Fuad melanjutkan, dengan tema, Tranformasi Peran Khatib dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 untuk Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin, kita mengharapkan agar Khatib dapat ikut serta membangun kesadaran bersama mensukseskan gerakan dan perubahan menuju arus baru ekonomi syariah yang bisa menjawab kebutuhan umat, bahkan bisa memberikan solusi bagi permasalahan kebangsaan kenegaraan.

“Potensi umat sangat besar untuk menjadi produsen yang produktif, bukan hanya menjadi konsumen terbesar; namun hasil dan keuntungannya dinikmati yang lain. Program industry halal, industri syariah, bisnis syariah serta sejenisnya termasuk e-commerce dan market place yang sudah menggunakan sistem syariah juga menunjukkan tingkat perubahan dinamis yang perlu disampaikan kepada umat melalui khutbah. Semangat umat untuk mampun beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi,”pesan Wapres juga.

“Kami selaku Panitia Daerah, siap melaksanakan agenda Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia yang Insya Allah dilaksanakan di Kabupaten Bogor’, papar Prof. H. Ali Anwar, Ketua MPW IK DMI Jawa Barat. “Segala sesuatunya sedang kami siapkan agar dapat mendukung segala niat baik Bapak Wapres dan IK DMI, kami berusaha semaksimal mungkin mendukung sukses acaranya pada pertengahan Februari 2020”, H Irwan Kurniawan, Ketua DMI Bogor bersama H Adang Wijaya, selaku Tim Tuan Rumah yang ikut serta dalam silaturahim tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menaruh perhatian dan harapan agar peran Khatib dapat hadir membumi, memberikan wawasan dan pencerahan kepada umat, serta menjadi penggerak perubahan menuju keadaan yang lebih baik. “IKatan Khatib DMI sangat diharapkan dapat berperan aktif memberikan pencerahan dan solusi di tengah umat”, papar Wapres menekankan.

Demikian pula, sebagaimana profesi lainnya, Program Khatib Bersertifikat sangat penting menjamin tegaknya pelaksanaan syariah Islam, sekaligus bagaimana khutbah dapat memberikan multi manfaat dan pengaruh positif kepada jamaah dan lingkungan.

“Lembaga Ikatan Khatib DMI mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk itu. Insya Allah kami siap melaksanakan tugas mulia tersebut,” papar KH Hamdan Rasyid, Ketua Umum MPP IK DMI menutup penjelasannya.

comments

LEAVE A REPLY