Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Turki Ubah Status Hagia Sophia menjadi Masjid

207

Lensaislam.com : Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia Patriak Kirill menolak rencana Turki yang ingin mengubah status Hagia Sophia menjadi Masjid. Patriak Kirill mengatakan rencana itu sangat memprihatinkan dan merupakan ancaman terhadap peradaban Kristen.

“Perubahan status terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi seluruh peradaban Kristen, yang itu berarti ancaman bagi spiritualitas dan sejarah kita,” kata Patriak Kirill, seperti dilansir dari Media Turki, Daily Sabah, Selasa, (7/7/2020).

Kirill menggambarkan Hagia Sophia adalah salah satu monumen terbesar peadaban Kristen. “Sampai hari ini, untuk setiap orang Ortodoks Rusia, Hagia Sophia adalah tempat suci umat Kristen yang hebat,” ungkap Kirill.

Patriak Kirill mendesak pemerintah Turki untuk berhati-hati mengambil keputusan tersebut. Kirill menambahkan bahwa mengubah status Hagia Sophia akan menyebabkan rasa sakit yang mendalam di antara orang-orang Rusia.

Sementara itu, Pengadilan Tinggi Turki sudah mempertimbangkan untuk menetapkan kembali status Hagia Sophia sebagai masjid. Pengadilan telah menyelesaikan sidang tentang apakah Hagia Sophia akan tetap menjadi museum atau diubah menjadi masjid dan akan memberikan keputusan tertulis dalam waktu 15 hari ke depan.

Hagia Sophia sebelumnya diubah menjadi masjid setelah Penaklukan Istanbul pada tahun 1453 M oleh Kekaisaran Ottoman. Hagia Sophia, salah satu situs warisan sejarah dan budaya paling terkenal di dunia, dibangun pada abad keenam pada masa Kekaisaran Bizantium Kristen dan pernah menjadi tahta suci Gereja Kristen Ortodoks.

Status Hagia Sophia kemudian diubah menjadi museum pada tahun 1935 oleh Mustafa Kemal Attaturk pada masa pemerintahan Republik Sekuler Turki. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wacana untuk mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid kembali menguat di masa pemerintahan Presiden Erdogan dan mendapatkan banyak dukungan di media sosial.

Di tengah reaksi internasional atas status Hagia Sophia tersebut, Pemerintah Turki mengatakan bahwa masalah ini adalah hak kedaulatan Turki. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kritikan terhadap Turki tentang Hagia Sophia secara langsung merupakan serangan terhadap kedaulatan Turki. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY