Eksekusi Salman Al-Audah CS, Rekayasa Media Qatar untuk Menyudutkan Arab Saudi di Mata Internasional

751

Lensaislam.com : Outlet Media Qatar hanya membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk membuat laporan terbarunya untuk kembali menargetkan Arab Saudi dengan berita hipotesis yang diterbitkan secara global melalui situs-situs afiliasinya yang diketahui sepenuhnya didanai oleh Doha.

Hipotesis tersebut kemudian menjadi pernyataan resmi The International Union for Muslim Scholars (Ikatan Cendekiawan Muslim Dunia/IUMS) pimpinan Qardhawi untuk melayangkan kecaman terhadap Arab Saudi. “Dunia menyerukan penyelamatan tiga orang cendekiawan dari proses eksekusi mati,” bunyi pernyataan IUMS, seperti dilansir dari Aramnews, Jumat, (24/5/2019).

Selama dua hari terakhir, viral pemberitaan di media-media Qatar dan menyebar cepat secara global melalui situs berita afiliasinya tentang rencana eksekusi mati tiga orang cendekiawan Muslim yang dikenal lantang mengkritik Arab Saudi, yakni : Salman Al Audah, Awadh Al-Qarni dan Ali Al-Omari.

Pada hari Selasa, Middle East Eye yang bermarkas di London menerbitkan sebuah laporan berjudul : EXCLUSIVE: Saudi Arabia to execute three prominent moderate scholars after Ramadan (“Arab Saudi Akan Mengeksekusi Mati 3 Pengkhotbah Terkemuka setelah Ramadhan”). MEE melaporkan tentang kemungkinan eksekusi mati terhadap Salman al-Audah, Awad al-Qarni dan Ali al-‘Umari, yang telah ditahan sejak tahun 2017 atas ancaman keamanan terhadap Arab Saudi dan hubungan rahasia mereka dengan Qatar.

Laporan itu sama sekali tidak mencantumkan sumber berita, hanya berlandaskan informasi yang dikatakan diambil dari sumber pemerintah dan swasta Arab Saudi. Menjadi hal yang tidak mungkin dan tak masuk akal bagi sumber-sumber Saudi untuk mengotorisasi situs-situs Qatar karena pemblokiran media-media tersebut di wilayah Kerajaan.

Meskipun melanggar prinsip-prinsip kode etik jurnalistik dalam pekerjaan pers, tetapi judul laporan tersebut mengatakan bahwa informasi itu valid dan bahwa tanggal pelaksanaan eksekusi akan dilakukan setelah Idul Fitri. Laporan palsu tersebut kemudian diikuti oleh beberapa organisasi hak asasi manusia internasional untuk memperluas kecaman terhadap Arab Saudi.

Kejujuran Aidh Al-Qarni dan Serangan Media Qatar

Viralnya pemberitaan media Qatar tentang laporan palsu eksekusi mati tiga cendekiawan tersebut datang beberapa hari setelah Syaikh Dr. Aidh Al-Qarni muncul di televisi Saudi dan secara pribadi mengulas pengalamannya tentang “Gerakan Sahwah”, afiliasi Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi.

Dalam sesi TV tersebut, Dr. Aidh Al-Qarni meminta maaf kepada Arab Saudi atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh gerakan tersebut terhadap Kerajaan. Syaikh Al-Qarni menyebut pelanggaran itu telah jauh melenceng dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Pengakuan Aidh Al-Qarni, secara politik dan sosial telah memengaruhi wilayah itu dan pengikutnya dan telah memberi pukulan tajam terhadap Qatar. Sebagaimana diketahui, Dr. Aidh Al-Qarni merupakan salah satu pemimpin tertinggi gerakan tersebut.

Pengakuan Dr. Aidh Al-Qarni dengan cepat diserang oleh semua media Qatar dan afiliasinya dan dua hari terakhir mereka membuat narasi palsu tentang rencana eksekusi mati Salman Al-Audah, Awadh Al-Qarni dal Ali Al-Omari. (DH/MTD)

Sumber : IUMSMiddle East EyeAramnews | Redaktur : Hermanto Deli

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY