Dikritik MUI, PDIP Setuju Pasal Bermasalah dalam RUU HIP Dihapus

692

Lensaislam.com : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setuju untuk menghapus pasal bermasalah dalam Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). RUU tersebut ramai mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat, seperti : MUI, Muhammadiyah, NU, DDII dan Ormas Islam lainnya.

“Terhadap materi muatan yang terdapat di dalam Pasal 7 RUU HIP terkait ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila, PDI Perjuangan setuju untuk dihapus,” kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Republika.co.id, Ahad (14/6/2020).

Hasto juga menyampaikan bahwa PDIP juga menerima aspirasi terkait TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme atau Marxisme-Leninisme sebagai konsideran. PDIP sepakat RUU HIP melarang paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

“Demikian halnya penambahan ketentuan menimbang guna menegaskan larangan terjadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme, juga setuju untuk ditambahkan,” ungkap Hasto.

Hasto mengatakan bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang digali dari bumi Indonesia serta mengandung saripati kepribadian bangsa yang sarat dengan tradisi gotong royong dan musyawarah.

“Berbagai pendapat berkaitan dengan RUU HIP tersebut menunjukkan kuatnya kesadaran terhadap Pancasila sebagai dasar yang memersatukan bangsa. Dengan demikian akan bijak sekiranya semua pihak kedepankan dialog sebab dialog, musyawarah dan gotong royong adalah bagian dari praktek demokrasi Pancasila,” tambah Hasto.

Sumber : Republika.co.id, CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY