Dewan Pakar ICMI : Keliru Jika Kemenag Hapus Pelajaran Sejarah Perang Rosulullah Saw

665

“Kemenag akan hapus materi sejarah perang Rosululloh Saw mulai tahun ajaran 2020 dari tingkat sekolah MI/SD sampai MA/SLTA. Dengan maksud tujuan agar Islam yang sangat toleransi itu tidak selalu dikaitkan dengan perang dan akan diganti materi kejayaan Islam.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSPKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar, pada tanggal (13/9/19) dan beritanya kemudian menjadi viral diberbagai pemberitaan media dan di online.

Untuk itu redaksi telah meminta tanggapan dari anggota Dewan Pakar ICMI Pusat, Anton Tabah Digdoyo yang dihubungi redaksi via telpon pada hari Kamis malam (19/9/19)

“Sangat keliru jika Kemenag menghapus sejarah perang Rosulullah Saw. Dan itu berarti mempelajari sejarah tidak utuh serta menyembunyikan sejarah yang ada. Termasuk juga dituduh kalau Islam itu tidak jujur. Pembohong. Apalagi sejarah perang Rosulullah hanya menyerang jika apabila diserang lebih dahulu,” ujar Anton Tabah

Bahwa dalam ajaran Islam wajib beladiri jika diperangi. Serta perang dalam Islam itu sangat santun dan dilarang menyakiti tawanan serta dilarang menyakiti wanita, anak lansia dan dilarang untuk membunuh yang menyerah (HR Muslim 3615. Ibnu Majah 3161. Abi Daud 2422. Nasai 4329 Tirmizi 1529)

Bahkan perjanjian Islam dengan kaum kafir yang terkenal dengan Piagam Madinah ribuan tahun lalu, dari konsep HAM PBB kini dijadikan rujukan HAM dunia. Karena itu jika kini ada narasi Islam berkembang dengan perang itu fitnah kaum atheis, liberalis, dan sekuleris maunya merusak Islam tapi tak akan bisa karena janji Allah pasti,” ujarnya.

“Mereka fitnah dan ingin padamkan cahaya Islam tapi Allah pancarkan sinar Islam ke seluruh dunia walau dibenci kaum kafir”. (QS.61/8).

Firman Allah ini dibuktikan sejak era kenabian sampai hari kiamat. Salah satu bukti aktual adalah kasus bom WTC New York (2001) dan kasus penembakan di New Zealand (2019) yakni ada niat dari para musuh musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam tapi justru Islam berkembang pesat di negara negara tersebut dan di seluruh dunia.

“Jadi tak perlu hapus sejarah perang Rosulullah dan peperangan dalam Islam lainnya. Justru sejarah perang Islam itu penting disosialisasikan agar umat manusia makin tau tentang Islam yang terbuka dan tolerans dengan ikon Islam “Tidak ada paksaan dalam agama. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS : 2 dan Surat 109),” tandasnya.

Masih menurut dirinya kini fitnah terhadap Islam gencar justru oleh tokoh tokoh yang mengaku Islam. Terakhir adalah kasus Abdul Aziz dosen UIN Jogja itu adalah contoh terdekat. Begitu juga dengan isu benci suku Arab, membaca Quran dengan langgam suku atau adat tertentu.

Isu itu semua akan merevisi dari Al Quran dll. Karena kita harus memahami sejarah dengan secara utuh dan dengan cara penyampaian yang mulia (qoulan karima). Hal itu sangat dianjurkan oleh Al Quran.

“Pelajari sejarah dengan jujur dan jangan dipelintir lagi, apalagi dengan menyebarkan fitnah. Tetapi bicara karena fakta. Hanya Islam yang sangat ilmiah dan terus berkembang pesat di seluruh dunia,” pungkas pengurus MUI yang juga mantan Jendral tsb.

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY