Dewan Pakar ICMI Ingatkan Tokoh Jangan Buat Gaduh dan Jangan Bingunkan Rakyat

251

Lensa Islam : Kemarin Mahfud MD membuat gaduh lagi dengan nyatakan ada tokoh Arab radikal bawa uang ratusan juta USD untuk sebar faham radikalisme Islam di Indonesia.

Untuk itu Redaksi Lensa Islam telah meminta tanggapan Dewan Pakar ICMI Pusat, Anton Tabah yang juga mantan petinggi Polri itu.

“Kita harap tokoh tokoh tidak asal bicara tapi dengan fakta dan data yang valid karena kalo asal bicara hanya ciptakan saling curiga tidak rukun gaduh dan chaos,” ujarnya.

Seperti baru saja ia nuduh AKMIL kecolongan ketika terima taruna Enzo yang ia tuduh radikalis, karena Enzo pernah berfoto bawa bendera Tauhid.

“Apakah bendera Tauhid itu radikal ? Setiap tulisan Tauhid radikal ? Kita tegas. Tidak. Karena Depdagri dan MUI sudah tegas bahwa bendera Tauhid adalah bendera Umat Islam dan syah dimiliki disimpan dikibarkn pd event2 tertentu oleh rakyat Indonesia,” ujarnya

Berikutnya adalah bendera Tauhid bukan bendera HTI karena kalo bendera HTI ada tulisan HTI nya. Selanjutnya adalah semua orang muslim ketika wafat kerandanya ditutup bendera Tauhid.

“Sampai hari ini kita belum temukan difinisi apa itu radikal ? Kecuali asumsi laki berjenggot celana diatas mata kaki berpakaian gamis klo wanita vercadar sering diasumsikan radikal ? Lalu milih calon pemimpin harus seiman. Menolak ahok juga radikal ? Jika asumsi itu yg dijadikan ukuran jelas sangat kliru krn taat beragama bukan radikal bhkn itulah Pancasila dan UUD45,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan kalo kita tak pernah nolak ahok nyagub yang kita masalahkan adalah ahok menista AlQuran dengan mengatakan kalau Surat Maidah 51 menipu dan jika rakyat gak memilih dia itu hak rakyat yang dilindungi UU.

Lelaki berjenggot celana diatas mata kaki adalah syariat wanita berjilbab dan bercadar juga syariat. Itu juga perintah Pancasila dan pasal 28 pasal 29 pasal 31 UUD 45 dll. Lalu kenapa pakaian gamis ke aab araban dimasalahkan tapi berjas, berbikini, ber you can see bahkan nudis tidak dimasalahkan? Pdhl itu busana barat yg liberal tak sesuai dg adat timur.

“Tokoh harus hati hati dalam bicara dan bisa jelaskan yang radikal itu seperti apa dan tunjuk siapa tokoh Arab yang bawa uang ratusan juta USD yang akan sebar faham radikal di Indonesia jika tdak bisa buktikan ia harus bertanggungjawab secara hukum, sosial dan agama,” tegas mantan Jendral Polri itu.

comments

LEAVE A REPLY