CPJ : Turki Negara Peringkat Pertama yang Memenjarakan Jurnalis

13

Lensaislam.comCommittee to Protect Journalists (CPJ) baru saja merilis sensus wartawan yang di penjara tahun 2018. sebanyak 251 wartawan di dunia berada di balik penjara. Laporan tersebut dirilis sejak Sabtu, (1/12/2018). Hasil sensus tersebut di publis dalam website resmi commitee to protect journalists (CPJ) www.cpj.org dan akun twitter nya @pressfreedom.

Dalam data tersebut Turki menduduki posisi terbanyak dalam mempenjarakan wartawan, yaitu sebanyak 68 orang, lalu di bawahnya Cina 47 orang, Mesir 25 orang, Saudi Arabia 16 orang, Eritrea 16 orang, Vietnam 11 orang, Azerbaijan 10 orang, Iran 8 orang, Cameroon 7 orang, Bahrain 6 orang, Syria 6 orang dan Morocco, Russia, Rwanda  sebanyak 4 orang.

Selama tiga tahun terakhir CPJ telah mencatat jumlah wartawan yang dipenjarakan sejak tahun 2016 berturut-turut hingga 2017. Dari data yang di peroleh, turki, china dan mesir memenuhi setengah jumlah wartawan yang di penjarakan dari jumlah yang ditemukan di dunia seperti dilansir dalam website resmi CPJ.

Selain temuan di atas CPJ juga menemukan sebanyak Sembilan puluh delapan persen wartawan yang dipenjarakan adalah penduduk setempat, mereka dipenjarakan oleh pemerintah mereka sendiri. Serta Tiga belas persen, atau 33, dari jurnalis yang dipenjara adalah perempuan, naik dari 8 persen tahun lalu.

Sensus penjara yang dilakukan CPJ hanya diperuntukkan bagi wartawan dalam tahanan pemerintah dan tidak termasuk mereka yang hilang atau ditahan oleh aktor non-negara. (Kasus-kasus ini – termasuk beberapa wartawan yang dipegang oleh pemberontak Houthi di Yaman yang dilanda perang dan seorang wartawan Ukraina yang dipegang oleh separatis pro-Rusia di timur Ukraina – diklasifikasikan sebagai “hilang” atau “diculik.”) CPJ memperkirakan bahwa puluhan wartawan hilang atau diculik di Timur Tengah dan Afrika Utara di tengah konflik di Yaman, Suriah, Irak, dan Libya. (FZ/MTD)

Berikut Infografis dari Committee to Protect Journalists (CPJ)

Sumber : cpj.org | Redaktur : Fairuz Syaugi

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here