Dituduh terima dana deras dari Saudi untuk Radikalisasi, Assunnah Tegas Membantah

451

Cirebon, Lensa Islam : Untuk kesekian kalinya tudingan miring tentang adanya aliran dana dari proyek radikalisme yang diberikan oleh Saudi Arabia kepada beberapa yayasan dan lembaga di Indonesia yang salah satu penerimanya adalah Yayasan Assunnah Cirebon.

Tetap masih pihak yang sama yang menyampaikannya, yakni tudingan tidak mendasar dari seorang Said Agil Siroj yang juga Ketua Umum PBNU.

Untuk itu pimpinan Yayasan Assunnah Cirebon, Ustadz Said Riyana SPdi dengan tegas dan keras membantah isu salah alamat yang ditujukan kepada lembaga pendidikan yang di pimpinnya itu.

“Terkait dengan pernyataan ketua umum ormas Islam terbesar di Indonesia itu maka dengan ini kami dari Yayasan Assunnah Cirebon berlepas diri dari hal yang seperti itu, karena tidak ada aliran “dana” darimanapun apalagi untuk kepentingan radikalisme/kekerasan,” tuturnya kepada Lensa Islam pada Senin (7/10)

Menurut Ketua Yayasan Assunnah Cirebon itu, sungguh Islam itu sangat mengusung dakwah yang lemah lembut dan penuh hikmah. Selaras dengan garis kebijakan lembaga yang dikelolanya itu.

“Perlu diketahui bahwa dakwah kami adalah dakwah yang bertauladan kepada Nabi Muhammad Saw, tidak pernah dengan jalan kekerasan ataupun menentang keutuhan NKRI yang kita cintai bersama ini,” ujarnya.

Malah menurutnya adalah justru Yayasan Assunnah Cirebon itu senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dalam mengusung kebaikan dan menentang adanya faham radikalisme dari kalangan manapun.

“Jadi tidak benar sama sekali bila ada opini seperti yg ditujukan kepada lembaga kami. Mungkin saja,namanya saja orang belum tau kami, bisa saja berpendapat yang macam macam tanpa adanya klarifikasi dulu dengam kami disini,” kata Ustad Riyana lagi.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan kalau dalam menjalankan roda pendidikan di Yayasan Assunnah yang juga menaungi Pesantren dan lembaga formal dari tingkat TK hingga Aliyah sampai pondok pesantren itu seluruhnya menggunakan dana masyarakat melalui komite yang berasal dari orang tua santri dan para murid yang berada di lembaga Assunnah Cirebon.

Perlu dicatat juga bahwa lembaga pendidikan ini memiliki jumlah santri totalnya lebih dari 1.600 santri dan juga memiliki beberapa unit kewirausahaan yang ada dari mulai mini market, laundry, konveksi, BMT, catering hingga biro perjalanan (travel). Yang kesemuanya adalah untuk menopang operasional lembaga dari TK sampai pondok pesantren.

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY