Bahrain : Tidak Ada Tanda-tanda Perdamaian dari Qatar

34

Lensaislam.com :  Bahrain mengatakan empat negara Teluk (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) belum melihat adanya tanda-tanda perdamaian dari Qatar untuk menyeleseikan masalahnya dengan negara-negara tersebut. Qatar dan empat negara Arab tersebut telah terlibat krisis diplomatik hampir satu tahun terakhir.

“Informasi yang kami dapatkan hari ini tidak menunjukkan secercah harapan untuk solusi perdamaian, karena masalah ini tidak terjadi tiba-tiba,” ungkap Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa, seperti dilansir dari Al Arabiya, Ahad, (27/5/2018).

Hari ini sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Qatar telah melarang penjualan produk yang dibuat oleh empat negara Arab tersebut. Qatar mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan semua toko di seluruh Qatar untuk membuang semua produk yang diimpor dari empat negara Arab tersebut.

Perselisihan tersebut semakin menggagalkan upaya mediasi oleh Kuwait dan Washington, yang memiliki aliansi kuat dengan kedua belah pihak dan memunculkan kekhawatiran akan perpecahan di antara sekutu Sunni Muslim-AS yang dapat menguntungkan Iran dalam pergolakan yang sudah berlangsung selama beberapa dekade di Timur Tengah.

Menteri luar negeri Bahrain mengatakan bahwa Qatar memperpanjang krisis dengan membawa kasusnya ke sekutu Barat, bukannya berusaha untuk menyelesaikannya bersama di dalam blok Teluk Arab (GCC).

“Kami mengharapkan dari awal krisis dengan Qatar bahwa Emir Qatar akan berkunjung ke Arab Saudi, tetapi ini tidak pernah terjadi,” tambah Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa.

Blok Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir mengatakan bahwa Qatar tidak mau memenuhi daftar 13 tuntutan yang diajukan sebagai syarat pencabutan blokade Teluk, termasuk diantara tuntutan tersebut adalah menutup statiun Televisi Al Jazeera dan mengurangi hubungan dengan Iran.

Sementara Qatar menyebut 13 tuntutan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak dan kedaulatan Qatar. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here