Bagaimana Pandangan MUI Tentang Fenomena Lelaki Memakai Jilbab (Cross Hijaber)

225

Lensa Islam : Menyikapi kondisi saat ini dimana ada peristiwa tidak pantas yakni tren Cross Hijaber dimana laki-laki menggunakan jilbab dan cadar yang sedang ramai di media sosial. Maka dari pihak ulama yang diwakili oleh Ustadz Wildan Hasan dari pengurus MUI Kota Bekasi juga memberikan tanggapannya

“Hal tersebut hukumnya haram baik karena penyimpangan orientasi seksual maupun sebagai cara agar dapat bergaul rapat dengan perempuan dengan maksud maksud yang tidak baik,” ujar Ustad Wildan Hasan selaku pengurus MUI Kota Bekasi.

Jika disebabkan oleh penyimpangan seksual menurutnya, jelas keharamannya dalam syariat Islam. Penyimpangan seperti ini harus ditindak tegas dan diberikan terapi agar kembali kepada fitrahnya sebagai laki-laki.

“Apabila cross hijaber terjadi karena seorang laki laki normal memiliki maksud buruk kepada kaum perempuan, maka saya setuju dengan pendapat pak Reza bahwa hal tersebut bisa masuk ke wilayah tindak pidana. Dalam Islam tindakan mengenakan pakaian perempuan saja sudah merupakan hal terlarang apalagi digunakan sebagai tipu daya dalam rangka melakukan kejahatan seksual kepada kaum perempuan,” katanya pada Senin (14/10)

Masih menurut ustadz yang juga ketua MIUMI Kota Bekasi itu, bahwa perilaku tersebut harus segera mendapatkan penangan yang tegas dan menyeluruh sebab bisa juga merupakan konspirasi pihak pihak yang tidak menyukai Islam untuk memburukkan citra umat Islam khususnya kaum muslimah.

“Perilaku tersebut tentu saja sangat memprihatinkan dan meresahkan. Di zaman yang saat ini serba boleh dan bebas atas nama HAM dan toleransi, tantangan bagi umat Islam khususnya para ulama dan para dai semakin berat untuk membentengi dan menyadarkan umat dari perkara-perkara yang menyimpang dari aqidah dan akhlaq Islam,” tegasnya.

Terakhir dirinya juga mengatakan bahwa proyek merusak tatanan hidup masyarakat yang agamis semacam homoseksualitas, LGBT, free sex dan lain sebagainya adalah proyek iblis internasional. Oleh karena itu harus dihadapi dengan segenap kekuatan dan oleh seluruh lapisan masyarakat dari pemerintah sampai warga negara, dari kebijakan pemerintah sampai kesadaran masyarakat.

“Semua harus memiliki kesadaran yang sama atas bahaya hal tersebut dan melakukan gerakan bersama untuk menangkal dan mengenyahkan bahaya-bahaya itu,” pungkasnya

Berikan Tanggapan Anda

comments

LEAVE A REPLY