Asap Kebakaran Hutan di Indonesia Tidak Sampai ke Singapura dan Kuala Lumpur

256

Jakarta, Lens Islam – Data yang didapt dan dikumpulkan oleh BMKG pukul 10.00 WIB terdeteksi ada transboundary haze, sedangkan pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB tidak terdeteksi lagi. Terlihat juga bahwa banyak hotspot kebakaran hutan (karhutla) terdapat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat maupun di wilayah Serawak-Malaysia.

Demikian yang disampaikan oleh Agus Wibowo selaku Plt. Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Ahad (8/9/2019) kemarin.

“Sehingga transboundary haze tersebut kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla di kedua wilayah tersebut,” ujar Agus Wibowo.

Sedangkan di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia menurut informasi yang diterima BNPB tidak terdeteksi asap lintas batas atau transboundary haze dari Sumatera.

Pantauan hotspot/ titik api kategori sedang dan tinggi pada 7 September 2019 pukul 07.00 WIB di 6 provinsi prioritas adalah Riau 201 titik, Jambi 84 titik, Sumatera Selatan 126 titik, Kalimantan Barat 660 titik, Kalimantan Tengah 482 titik dan Kalimantan Selatan 46 titik.

“Sedangkan pantauan hotspot oleh LAPAN pada 8 September 2019 pukul 07.00 WIB, adalah Riau 85 titik, Jambi 127 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kalimantan Barat 782 titik, Kalimantan Tengah 544 titik dan Kalimantan Selatan 66 titik,” katanya.

BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk 6 Provinsi prioritas BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi, dan pemadaman darat, juga dikerahkan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli.

“Di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca / hujan buatan,” pungkasnya.

comments

LEAVE A REPLY