AS Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Pesawat Kepresidenan Iran

20

Lensaislam.com : Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi baru terhadap maskapai penerbangan Iran. Sanksi baru AS dijatuhkan kepada pesawat kepresidenan Iran “Dena Airways” yang secara rutin digunakan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam perjalanannya ke luar negeri.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa Dena Airways dijatuhkan sanksi berdasarkan perintah presiden AS yang dirancang untuk menghalangi pendanaan teroris. AS menyebut perusahaan tersebut telah memberikan layanan kepada “teroris” dan memberikan kekuatan proxy ke Suriah dan Libanon.

Dena Airways melakukan penerbangan untuk pemerintah Iran. “Pada November 2017, sebuah maskapai penerbangan Iran yang lebih dulu dikenakan sanksi AS, Meraj Air telah mengalihkan operasi penerbangan VIP ke Dena Airways,” bunyi pernyataan AS, seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, (26/5/2018).

Menurut Trita Parsi, direktur eksekutif National Iranian American Council (NIAC) mengatakan bahwa sanksi baru AS terhadap Dena Airways untuk menekan presiden Iran. “Jadi apa tujuan Trump? Kemungkinan untuk merendahkan presiden Iran, Hassan Rouhani,” ungkap Parsi.

Apa dampak sanksi baru AS terhadap pesawat kepresidenan Iran?

Dengan adanya sanksi ini, Dena Airways mungkin tidak dapat mengoperasikan penerbangan internasionalnya karena perusahaan penanganan darat di seluruh dunia mungkin menolak untuk mengisi bahan bakar atau melayani pesawat tersebut,” menurut Esfandyar Batmanghelidj, seorang pengamat ekonomi Iran.

Tidak ada reaksi segera dari pemerintah Iran mengenai sanksi terbaru AS tersebut.

Menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Dena Airways telah menjadi fasilitator bagi empat maskapai penerbangan Iran yang sudah ada dalam daftar sanksi AS. Keempat maskapai tersebut adalah : Mahan Air, Caspian Air, Meraj Air dan Pouya Air.

Mnuchin mengatakan fasilitator yang diberikan maskapai penerbangan tersebut telah memperpanjang garis hidup untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan memungkinkan rezim Iran untuk menyelundupkan senjata, militan, dan uang ke proksinya Hizbullah Lebanon dan pasukan Iran di Suriah.

Mnuchin juga memperingatkan bahwa negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia akan mendapat risiko hukuman jika memberikan hak pendaratan dan menyediakan layanan penerbangan ke pesawat-pesawat Iran.

AS juga memberlakukan sanksi keuangan pada Iran, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 (JCOPA). Pekan lalu, AS memasukkan dua pejabat tinggi Bank Sentral Iran sebagai “teroris”, atas dugaan peran mereka dalam menyalurkan “jutaan dolar” kepada Hizbullah di Lebanon. AS juga mengumumkan sanksi terhadap pejabat tinggi IRGC karena memberikan keahlian terkait rudal balistik kepada milisi Houthi  di Yaman. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here