AS Desak Turki untuk Mempertahankan Status Hagia Sophia sebagai Museum

149

Lensaislam.com : Amerika Serikat mendesak pemerintah Turki untuk tetap mempertahankan status Hagia Sophia di Istanbul sebagai museum di tengah meningkatnya wacana untuk mengembalikan kembali status Hagia Sophia sebagai masjid.

“Kami mendesak Pemerintah Turki untuk terus mempertahankan Hagia Sophia sebagai museum, sebagai contoh komitmennya untuk menghormati tradisi agama dan keberagaman sejarah yang berkontribusi pada Republik Turki, dan untuk memastikannya tetap dapat diakses oleh semua orang,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, seperti dilansir dari Media Turki, Daily Sabah, Kamis, (2/7/2020).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan masalah Hagia Sophia adalah hak nasional kedaulatan Turki. “Masalah status Hagia Sophia bukan masalah internasional tetapi masalah kedaulatan nasional untuk Turki,” ujar Çavuşoğlu.

Çavuşoğlu menambahkan bahwa Turki akan membuat keputusan akhir tentang status Hagia Sophia tanpa tekanan dari pihak manapun apakah akan diubah menjadi masjid atau tetap sebagai museum.

Hagia Sophia sebelumnya diubah menjadi masjid setelah Penaklukan Istanbul pada tahun 1453 M oleh Kekaisaran Ottoman. Hagia Sophia, salah satu situs warisan sejarah dan budaya paling terkenal di dunia, dibangun pada abad keenam pada masa Kekaisaran Bizantium Kristen dan pernah menjadi tahta suci Gereja Ortodoks Yunani.

Status Hagia Sophia kemudian diubah menjadi museum pada tahun 1935 oleh Mustafa Kemal Attaturk pada masa pemerintahan Republik Sekuler Turki. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wacana untuk mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid kembali menguat di masa pemerintahan Presiden Erdogan dan mendapatkan banyak dukungan di media sosial. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY