Arab Saudi Tolak Undang-undang Negara Yahudi yang Baru Disahkan Parlemen Israel

82

Lensaislam.com : Arab Saudi secara tegas menolak sekaligus mencela Undang-undang negara-bangsa Yahudi yang baru disahkan oleh Parlemen Israel.

Parlemen Israel pada hari Kamis kemarin mengesahkan sebuah undang-undang kontroversial yang menyatakan bahwa seluruh tanah Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi dan mengklaim bahwa bangsa Yahudi memiliki hak eksklusif atas tanah itu sebagai tanah perjanjian yang ditetapkan di dalam Al-Kitab.

“Undang-undang ini bertentangan dengan ketentuan hukum internasional, prinsip-prinsip legitimasi internasional, prinsip-prinsip hak asasi manusia, dan mengganggu upaya internasional untuk menemukan penyelesaian damai terhadap konflik Israel-Palestina,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, (21/7/2018).

Arab Saudi yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel mendesak komunitas Internasional untuk menekan dan menghentikan Israel melakukan diskriminasi rasial terhadap hak-hak sah rakyat Palestina. Arab Saudi menegaskan bahwa tanah air Palestina merupakan hak rakyat Palestina.

Undang-undang tersebut juga menghapus penggunaan bahasa Arab dalam lembaga-lembaga resmi Israel dan menetapkan bahasa Ibrani sebagai satu-satunya bahasa resmi di Israel.

Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa kota Jerusalem adalah ibukota Israel dan menolak pembagian kota menjadi Jerusalem Barat dan Jerusalem Timur, sebagaimana yang diusulkan oleh komunitas internasional sebagai solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina.

Komunitas Internasional mengusulkan solusi dua negara dengan Jerusalem Barat sebagai ibukota Israel dan Jerusalem Timur sebagai ibukota Palestina. Namun baik Israel dan Palestina menolak usulan tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here