Arab Saudi Tangkap Tokoh Gerakan Sururi Sheikh Safar al-Hawali

381

Lensaislam.com : Pihak berwenang Arab Saudi dilaporkan telah menangkap Sheikh Safar Al-Hawali, tokoh utama gerakan Sahwa (afiliasi gerakan Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi atau dikenal juga dengan sebutan gerakan Sururi, Sururiyah). Sheikh Sheikh Safar Al-Hawali disebut ditangkap karena kritikannya terhadap kebijakan kerajaan Arab Saudi.

“Penangkapan Sheikh Al-Hawali terjadi beberapa hari setelah dia menerbitkan bukunya yang berjudul : “المسلمون والحضارة الغربية” (Muslim dan Peradaban Barat) yang mengkritik keluarga kerajaan Arab Saudi dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed,” seperti dikutip dari Middle East Monitor,Jumat, (13/7/2018).

Buku Sheikh Al-Hawali yang baru diterbitkan tersebut berisi publikasi setebal 3000 halaman di mana dia menulis bahwa keluarga yang berkuasa saat ini telah menyia-nyiakan dana untuk proyek-proyek palsu.

Sheikh Al-Hawali menyebut Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad Bin Salman memiliki hubungan dekat dengan Israel dan menyebutnya sebagai “pengkhianatan”. Sheikh Al-Hawali  juga menyebut putra mahkota MBS meniru kebijakan bin Zayed di UEA.

Putra Mahkota MBS disebut telah mendapatkan berbagai macam pujian untuk kebijakan reformasi ekonomi dan sosial sebagai tren progresif mewujudkan Saudi Vision 2030. Namun kebijakan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan para kritikus Arab Saudi. Para kritikus melancarkan serangan dengan menyebut Putra Mahkota MBS melakukan liberalisasi di kerajaan.

Dikutip dari Reuters, Pihak berwenang tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar. Riyadh mengatakan tidak memiliki tahanan politik, tetapi para pejabat senior mengatakan pemantauan terhadap para tokoh aktivis diperlukan untuk menjaga stabilitas sosial.

Sheikh Safar Al-Hawali adalah tokoh utama pemimpin gerakan Sahwa di Arab Saudi bersama rekannya Sheikh Salman Al-Audah dam Sheikh Awad Al-Qarni. Al-Hawali menjadi terkenal pada tahun 1990-an karena menentang kehadiran pasukan AS di semenanjung Arab. Pada tahun 1990-an tersebut, Al-Hawali juga pernah ditangkap karena kritiknya terhadap pemerintah dan menyerukan rakyat untuk menggulingkan pemerintah. (DH/MTD)

Sumber : Middle East MonitorReutersAl Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here