Arab Saudi : Kami Memiliki Visi 2030, Iran Memiliki Visi 1979

60

Lensaislam.com : Pangeran Khalid bin Salman Bin Abdulaziz Alsaud, yang saat ini menjabat sebaagai Duta Besar Arab Saudi untuk Washington mengatakan bahwa Arab Saudi saat ini berfokus untuk masa depan mewujudkan Saudi Vision 2030. Sementara Iran masih berfokus pada visi masa lalunya, Revolusi Iran 1979.

“Bentrokan visi ini adalah masalah dengan Iran. Kami memiliki Visi 2030. Mereka memiliki Visi 1979. Kami ingin memajukan kawasan ini (Timur Tengah). Sementara mereka ingin memindahkan kawasan ini ke zaman kemunduran,” ungkap Pangeran Khalid, seperti dilansir dari Al Arabiya, Ahad, (10/6/2018).

“Untuk dapat mewujudkan tercapainya tujuan Saudi Visi 2030, Keamanan Timur Tengah yang stabil sangat penting bagi kami. Sementara Iran selalu menjadi penghalang dengan menciptakan destabilisasi di kawasan,” tambah Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid menambahkan mayoritas mahasiswa Saudi yang saat ini tengah menempuh pendidikan di luar negeri akan kembali ke kerajaan mereka untuk berkontribusi pada pertumbuhan angkatan kerja dan ekonomi.

“Hampir 99% mahasiswa Saudi yang lulus belajar di luar negeri akan kembali ke Arab Saudi: Orang-orang Saudi tidak mencintai negara mereka dimodernisasi. Tetapi merekalah yang akan memodernisasi negara ini dan membuatnya lebih maju,” ungkap Pengeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Salman ditunjuk sebagai duta besar Arab Saudi untuk Washington pada tahun 2017. Pangeran Khalid merupakan seorang mantan pilot F-15 yang lulus dari Pangkalan Angkatan Udara Columbus di Mississippi, AS. Pangeran Khalid telah ikut berpartisipasi dalam koalisi internasional untuk memerangi ISIS pada tahun 2014 di Suriah. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya  | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here