Amnesti Internasional Desak Houthi Bebaskan Aktivis HAM yang Ditangkap di Yaman

14

Lensaislam.com : Amnesti Internasional telah meminta kelompok pemberontak Houthi untuk segera membebaskan seorang aktivis HAM yang diculik oleh dua militannya di Yaman.

“Kamal Al-Shawish, seorang asisten peneliti Organisasi Mwatana untuk Hak Asasi Manusia di kota Hudaydah telah ditangkap di jalan oleh dua orang bersenjata Houthi. Matanya ditutup dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui. Sampai sekarang keberadaannya masih belum diketahui,” kata Amnesty dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Amnesty.org, Ahad, (19/8/2018).

“Houthi harus mengungkapkan nasib dan keberadaan Kamal Al-Shawish dan memastikan dia dilindungi dari segala jenis penyiksaan dan perlakuan buruk yang telah dituduhkan pada orang lain di dalam tahanannya. Kamal Al-Shawish harus segera dibebaskan,” bunyi pernyataan Amnesti.
Amensti mengatakan bahwa aktivis itu telah mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia oleh Houthi terhadap warga sipil di kota tersebut sebelum penangkapannya.

“Penculikan Kamal Al-Shawish yang mengkhawatirkan tampaknya menjadi bagian dari pola pelecehan dan penindasan terhadap pekerjaan hak asasi manusia di Yaman,” ungkap Lynn Maalouf, wakil direktur Riset Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selama konflik di Yaman, para pembela hak asasi manusia dan jurnalis telah dilecehkan, diancam, dipukuli, ditahan sewenang-wenang dan hilang secara paksa hilang di wilayah yang dikendalikan Houthi.

Menurut Amnesty, Organisasi Mwatana telah menjadi sasaran utama. Mwatana telah memberikan laporan yang sangat berharga, tanpa bias atau agenda politik dan tentang semua pihak dalam konflik, tentang pembunuhan di luar proses hukum, penahanan sewenang-wenang, hak-hak perempuan, penghilangan paksa dan kejahatan lain di bawah hukum internasional.

“Tanpa pekerjaan dari Mwatana, informasi tentang efek dan dinamika banyak masalah di Yaman tidak akan diketahui oleh komunitas internasional. Tanpa Mwatana, akan sulit bagi dunia untuk memahami dan menanggapi salah satu konflik bersenjata yang paling tidak dilaporkan di dunia hari ini,” kata Lynn Maalouf. (DH/MTD)

Sumber : Amnesty.org | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here