Al-Sadr Tolak Bentuk Pemerintahan Berdasarkan Sistem Kuota

24

Lensaislam.com : Pemimpin Syi’ah Terkemuka sekaligus pemenang pemilu Irak, Muqtada Al-Sadr menolak untuk membentuk pemerintahannya berdasarkan sistem kuota.

Menurut sistem kuota, jabatan presiden diberikan kepada seorang Kurdi, perdana menteri dipegang oleh Muslim Syiah, dan Ketua Parlemen untuk Muslim Sunni.

“Kami tidak akan kembali ke sistem awal. Kami tidak akan pernah kembali ke sekte, korupsi, sistem kuota dan etnis,” kata Al-Sadr, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Ahad, (2/9/2018).

“Kami pasti tidak akan bergabung dengan mereka jika mereka kembali ke sistem lama dan kami akan menentang mereka di parlemen,” ungkap Al-Sadr.

Banyak kekuatan politik Irak termasuk Koalisi Nasional Al-Wataniya menolak sistem  kuota yang diusulkan oleh Amerika Serikat pasca invasi AS pada tahun 2004. Sistem kuota dibentuk oleh Paul Bremer, yang ditunjuk sebagai kepala Otoritas Sementara Irak setelah invasi AS. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here